Friday, January 15, 2010

materi agama

Pengertian agama

Al-Qur’an menggunakan istilah ad-Din untuk agama. Hal ini dinyatakan Allah melalui firman-Nya dalam surat Ali Imran (3): 19:
أِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الاِسلآمَ
Artinya: Sesungguhnya agama yang benar di sisi (diridhai) Allah adalah Islam.
Islam, berasal dari kata Aslama (tunduk, berserah diri), saliim (suci), salaam (selamat), dan al-Istislaam (lapang).
Jadi orang Islam adalah orang yang tunduk berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan ikhlas untuk mencapai keselamatan, kedamaian, dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Macam-Macam agama
Agama di dunia secara teoritis dibagi menjadi dua yaitu: agama samawi dan agama ardhi.
Agama samawi adalah agama yang bersumber dari wahyu Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya.
Agama ardhi (budaya) adalah agama yang bersumber dari hasil pemikiran manusia.
Ciri-ciri agama samawi
Bersumber dari wahyu Allah.
Dapat ditentukan secara pasti lahirnya (turunnya wahyu).
Ada Rasul yang menerima wahyu (bukan membuat sendiri)
Ada kitab sucinya (bukan buatan manusia)
Ajarannya tetap. Yang berubah tafsirnya
Tuhannya monoteisme mutlak (tauhid)
Kebenarannya Universal (berlaku untuk semua manusia sepanjang masa).
Ciri agama budaya (ardhi)
Berasal dari pemikiran manusia (tumbuh secara komulatif dalam masyarakat)
Tidak memiliki nabi dan rasul.
Tidak ada kitabnya (jika ada, pasti ada perbedaan antara kitab yang satu dg lainnya.
Ajarannya selalu berubah sesuai dengan keadaan masyarakat dan pikiran yang ada
Tuhanya animisme, dinamisme, politeisme, atau monoteisme nisbi.
Kebenaran ajaran relatif.

Jadi Islam adalah satu-satunya agama samawi yang masih asli sebab: Memenuhi semua persyaratan yang ada, sedang yang lain (Nasrani dan Yahudi) sudah tidak murni.
Oleh karena itu, kita harus yakin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Agama yang akan mengantarkan semua pengikutnya mencapai kebahagian dunia dan akhirat
Konsekwensinya kita harus menjalankan semua perintahnya dan meninggalkan larangannya serta mewariskan Islam kepada anak-anak kita
Ruang Lingkup Ajaran Islam
Isi ajaran Islam mencakup tiga persoalan utama yaitu:
Akidah: keyakinan atau keimanan kepada Allah Swt. beserta semua sifat dan kekua-saannya. (Hal ini tergambar dalam rukun iman)
Syari’ah: aturan Allah Swt. Yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah) dan hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta (muamalah).
Akhlak: sifat, sikap, dan perilaku yang harus dimiliki seseorang sebagai realisasi dari akidah dan syari’ah.

Ketiga aspek ajaran Islam itu menyatu dari diri seorang Muslim sebagai satu kesatuan yang utuh.
Akidah akan mendorong setiap Muslim melakukan segala perintah Allah Swt dan meninggalkan larangan-Nya (Syar’ah). Selanjutnya keadaan tersebut secara otomatis akan melahirkan sifat, sikap, perilaku, dan kepribadian (akhlak) yang terpuji pada setiap Muslim
Kedudukan Islam
Agama terakhir untuk seluruh manusia, sedang agama lain hanya untuk kelompoknya.
Mendatangkan perdamaian dengan mengajarkan persudaran antar pemeluk agama.
Menghimpun kebenaran yang ada pada agama sebelumnya.
Membetulkan kesalahan yang dibuat oleh pengikut agama yang lain.
Mengajarkan kebenaran yang abadi.
Memenuhi semua kebutuhan rokhani manusia.
Peran Islam dalam Kehidupan
Menentramkan batin (al-Baqarah (2): 112)
Sebagai landasan peradaban. Islam mendorong manusia untuk meningkatkan ilmu dan amalnya (kreastivitasnya).
Sebagai kekuatan pemersatu (melihat orang karena ketaqwaannya, bukan kekayaan, warna kulit, dan keturunannya.
Sebagai kekuatan rokhani yang menggerakkan manusia menjauhi kebodohan, kesesatan, kemaksiyatan, ketahayulan, dllnya.
Menjawab semua problem kehidupan.
Akidah
Secara bahasa berasal dari kata aqoda- ya’qidu-’uqdatan-’aqidatan yang berarti:
1. Ikatan (ar-Rabtu) yang mengikat keyakinan setiap mukmin dari berbagai kepercayaan yang merusak (khurafat) dan tidak masuk akal (takhayul)
2. Keyakinan yang mantap (al-Jazmu) kepada Allah Swt. beserta semua sifat-sifat-Nya.
3. Janji (al-’Ahdu)untuk membela kebenaran dan menegakkan hukum Allah Swt.

Secara istilah: Akidah adalah sesuatu yang dibenarkan dalam jiwa, hatinya merasa tenang karenanya, menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya, dan tidak ada keraguan sedikitpun.
Sumber akidah Islam:
1. Al-Qur’an
2. As-Sunah (al-Hadits)
3. Al-Ijma (kesepakatan para ulama).
Ruang Lingkup Akidah
Ilahiyat: membahas segala yg berhubungan dg Allah, Spt: Nama dan sifat Allah.
Nubuwat: membicarakan segala yg berhubungan dg Nabi dan rasul, termasuk kitab Allah dan Mukjizat.
Rukhaniyah: Membahas segala yang berhubungan dg alam metafisik, seperti; Malaikat, ruh, jin, iblis dllnya

4. Sam’iyat, yaitu membahas segala sesuatu yg hanya bisa diketahui lewat dalil al-Qur’an dan al-Hadits (Naqly). Seperti; alam kubur, alam akhirat, surga, neraka dll.

Pilar dari akidah adalah: Rukun Iman.

Tauhid
Tauhid adalah ajaran semua nabi. Sejak Nabi Adam As. sampai dengan Nabi Muhammad Saw.
Rumusan kalimat tauhid ada dalam Syahadat:لآاله الا الله (tidak ada Tuhan selain Allah)

Macam-macam Tauhid
Rububiyah: Allah adalah Tuhan yang Maha Mencipta dan Memelihara semua yang ada di alam semesta.
Mulkiyah: Allah Tuhan yang Maha Memiliki dan Menguasai alam semesta. Maka Dia disebut dengan Rab al ‘alamin
Uluhiyah: Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus dipatuhi, diagungkan, dan dimuliakan.
Ubudiyah: Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus dipuja dan disembah. Tempat manusia menghambakan diri.
Konsekwensi dari Iman
Mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya di atas segalanya termasuk dirinya sendiri.
Menaati semua yang datang dari Allah Swt. dan Rasul-Nya tanpa merasa berat.
Ridha terhadap semua yang datang dari Allah Swt. dan rasul-Nya.
Takut hanya kepada Allah Swt.
Berhukum dengan syari’at Allah Swt.
Selalu beramal shaleh, meninggalkan ma’siyat, dan berjihad menegakkan kebenaran.
Selalu berusah meningkatkan iman dengan meningkatkan taqwa kepada Allah.
Tanda Mencintai Allah
Banyak mengingat Allah swt.
Terpesona kepada ciptaan-Nya.
Rida maksudnya dengan rela mengikuti kehendak yang dicintainya.
Berkorban (tenaga, harta, fikiran, dan jiwa)
Takut (jika tidak diterima cintanya).
Penuh harap.
Patuh
Peringkat cinta
Pertama; Cinta yang tertinggi hanya kepada Allah Swt.
Kedua; Cinta kepada Rasulullah Saw dan Islam.
Ketiga; Cinta kepada yang beriman (sesama muslim)-lahir persaudaran Islam
Keempat; kepada umat manusia secara umum.
Cinta yang bersifat sementara tidak masuk dalam hati yaitu cinta kepada materi (harta, tahta, dan wanita)

Buah dari Iman
Membebaskan jiwa dari perbudakan (manusia, harta, dan makhluk yang lain).
Tidak takut mati.
Berani membela dan menegakkan kebenaran.
Hidupnya tenang lahir batin dan tidak medhalimi diri sendiri serta orang lain.
Tenang karena tujuan hidupnya jelas yaitu keridhaan Allah swt. dan yakin akan petunjuk, perlindungan serta pertolongan-Nya
Syirik
Pengertiannya: Menyekutukan Allah.
Hukumnya : Dosa besar. Satu-satunya cara agar diampuni adalah tobat nasucha.
Macam-macamnya:
Menyembah berhala dan benda-benda.
Percaya pada benda dapat membawa kemalangan dan keberuntungan
Memberikan sesaji
Menyembah Allah melalui perantara.
Menyatakan bahwa Allah punya anak.

Syari’ah
Secara bahasa: Berarti jalan (al-Maidah (5): 48)
Secara istilah: Berarti hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt.,manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta (makhluk yang lain).
Hubungan antara akidah dan syari’ah adalah sebagaimana hubungan antara iman dan amal. Syariah merupakan manifestasi dari akidah.
Perbedaannya: Akidah semua nabi sama. Sedang Syari’ahnya ada perbedaan.
Prinsip-prinsip Syari’ah Islam
Selalu seuai dengan fitrah manusia. Contoh “menikah” dan “menutup aurat”
Dapat dilaksanakan dalam segala kondisi Contoh: Shalat, bersuci, dllnya.
Sesuai dengan kemampuan manusia dengan tujuan untuk kemaslahatan. Contoh: hal yang haram sangat sedikit yang halal sangat banyak.
Penetapannya bertahap.
Diberlakukan secara universal dan adil. Tidak membedakan kekuasaan, kekayaan, dllnya.

No comments:

Post a Comment