Wednesday, January 27, 2010

makalah kekerasan dalam dunia pendidikan

MAKALAH KEWARGANEGARAAN
KEKERASAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Abstrak

Kekerasan merupakan salah satu penyimpangan psikologis yang sering dilakukan oleh individu yang pikirannya mengalami tekanan besar ataupun oleh individu yang memiliki sifat pembawaan keras. Kekerasan dapat dilampiaskan dalam berbagai macam bentuk. Bentuk-bentuk pelampiasan kekerasan adalah dalam bentuk perkataan atau kekerasan verbal dan perbuatan atau kekerasan fisik. Jika seseorang melampiaskan kekerasan dalam bentuk verbal, biasanya dia akan mengatakan kata-kata kasar yang berupa umpatan pada orang lain. Sedangakn jika diungkapkan dalam bentuk tindakan, maka orang itu akan melakukan kontak fisik langsung pada orang lain. Kedua bentuk kekerasan ini memilki efek yang sama berbahayanya pada korban kekerasan tersebut.
Akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan dalam dunia pendidian yang terungkap dan terangkat ke permukaan. Di sana-sini menjadi bahan pembicaraan masyarakat utamanya masyarakat pendidikan. Mulai dari pendidik, siswa, dan pengatur kebijakan pendidikan memperbincangkan fenomena yang sangat mengejutkan ini. Betapa tidak? Dalam lembaga yang seharusnya didasari etika dan moral yang adi luhung, ternyata terjadi tindak kekerasan yang sangat bertolak belakang dengan dasar-dasar pendidikan. Yang lebih mengejutkan, tindakan-tindakan kekerasan itu tidak hanya dilakukan oleh sesama pelajar, melainkan pendidik pada siswa mereka. Seorang pendidik yang seharusnya memberikan contoh yang baik ternyata tidak mampu membawa amanat sebagai ujung tombak pendidikan. Guru yang seharusnya “digugu lan ditiru” seakan sudah tidak pantas lagi dicontoh.
Namun kita semua tidaklah pantas menuangkan semua ksalahan kepada sang guru. Tentunya banyak faktor yang mendasari tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan. Dalam makalah ini, akan dijelaskan mengenai apa itu kekerasan sampai pembahasan mengenai kekerasan dalam dunia pendidikan.













Pendahuluan

Kekerasan sekarang tidak hanya terjadi di jalanan yang keras, di militer yang memang membutuhkan pembinaan dengan kekerasan, tetapi juga terjadi di lembaga-lembaga yang lain. Mulai dari kantor, rumah tangga, sampai yang paling memprihatinkan adalah kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan. Ini tentu sangat memprihatinkan, Di lembaga yang seharusnya tempat membina mental dan moral para peserta didik, malah terjadi kekerasan yang bisa merusak moral mereka. Kekerasan itu terjadi antar para paserta didik itu sendiri, sebagai contoh tawuran antar pelajar, dan oleh pembina pendidikan atau guru kepada peserta didik.
Kekerasan guru terhadap siswa sering terjadi di dunia pendidikan saat-saat ini. Dua sisi yang sangat ekstrem dari si guru dan siswa tersebut jika bertemu, maka akan terjadi benturan (fisik).Singkatnya banyak siswa yang stres dan mencoba bunuh diri, sementara yang lain mencoba membakar dan merusak gedung sekolahnya, ketika tidak lulus ujian. Tampak bahwa dunia pendidikan di tanah air seakan tidak ramah terhadap perasaan dan nurani para siswa. Salah satu tujuan diselenggarakannya pendidikan sebagai sarana pemerdekaan dan pembebasan, hanya akan berada di awang-awang.
Pendidikan ahirnya hanya menghasilkan manusia cerdas namun seperti robot di satu sisi, dan manusia stres pada sisi lain. Sistem ranking, sistem penilaian, kebijakan yang tidak pernah konsisten, sistem dan proses pembelajaran yang monoton searah dan instruktif dari guru, menyebabkan anak-anak merasa tidak lagi "at home" di sekolahnya.Stres itu belum usai, di rumah sudah menanti ”monster” yang bernama ambisi orang tua. Di teras sudah menunggu guru les, ada les bahasa Inggris, piano, matematika, tari, dst, dengan setumpuk buku dan latihan soal yang membosankan.
Sketsa singkat di atas rasanya pantas untuk dijadikan renungan para penentu kebijakan pendidikan, agar di masa depan generasi muda Indonesia mendapatkan sistem pendidikan yang tidak saja mampu meningkatkan kecerdasan hidup, namun juga mampu memberikan bekal keterampilan hidup, pandangan hidup dan nilai-nilai kehidupan yang merangsang kecerdasan emosi dan spiritualnya. Bangsa ini tidak ingin lagi mendengar ada siswa bunuh diri gara-gara tidak lulus ujian atau tidak dapat membayar SPP.

Permasalahan
Permasalahan yang muncul dalam pokok bahasan kali ini antara lain:
1. Faktor-faktor timbulnya kekerasan dalam dunia pendidika
2. Dampak yang timbul akibat kekerasan tersebut
3. Cara mengatasi agar kekerasan tersebut tidak terjadi

Pembahasan
Kekerasan dalam dunia pendidikan sudah lazim terjadi di negara kita. Hal ini sebenarnya tidak layak terjadi namun tetap saja ada kasus-kasus serupa sehingga mencoreng nama baik pendidikan termasuk sekolah yang bersangkutan atau bahkan guru dan siswa sekolah tersebut. Faktor yang menyebabkan kekerasan tersebut biasanya berasal dari siswa. Siswa merasa tidak di hargai oleh temannya sehingga menimbulkan perkelahian antar siswa seiring dengan merosotnya pemahaman agama dan moral remaja. Ketidakharmonisan hubungan antar siswa ini menyebabkan kesenjangan diantara mereka sehingga terjadilah perkelahian yang bahkan sampai menimbulkan tawuran antar pelajar. Sebab yang lain adalah masih adanya anggapan siswa atau pelajar bahwa mereka tidak di katakan keren atau gagah oleh sesama teman mereka kalau tidak berpenampilan layaknya seorang preman dan belum pernah berkelahi. Hal ini masih sering terjadi dan tak jarang perkelahian antar pelajar pun timbul akibat hal ini.
Kekerasan juga terjadi oleh guru terhadap siswa. Hal ini juga sudah sangat sering terjadi. Media santer memberitakan hal serupa yang terjadi di beberapa daerah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang kebanyakan berasal dari siswa namun kadang-kadang juga berasal dari guru. Kekerasan terjadi akibat siswa kurang begitu memahami peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah tersebut. Beberapa memang sudah ada yang tahu namun tetap saja mereka tetap melanggar. Hal ini biasanya muncul akibat siswa yang kurang mengerti mengapa dan untuk apa peraturan itu dibuat. Yang mereka rasakan merasa tertekan dengan adanya peraturan tersebut sehingga mereka melanggar dan pelanggaran tersebut tidak bisa di toleransi. Akibatnya seorang guru bisa saja menghukum siswa tersebut dengan hukuman yang tidak wajar bahkan sampai menimbulkan luka terhadap siswa yang bersangkutan. Faktor yang berasal dari pihak guru ialah seorang guru kurang bisa mengendalikan emosi ketika tahu siswanya melakukan pelanggaran berat. Tak jarang juga seorang guru tidak membawa perkara pelanggaran siswa ke bagian kesiswaan dan malah main hakim sendiri. Sehingga terjadilah kasus pemukulan seorang guru terhadap siswanya yang sampai orang tua siswa tersebut tidak terima anaknya diperlakukuan seperti itu dan membawa masalah tersebut ke meja hukum. Tercorenglah nama baik sekolah yang bersangkutan. Kasus-kasus seperti ini makin menambah rentetan daftar hitam dunia pendidikan Indonesia di tengah sistem pendidikan yang dinilai masih kurang baik.
Dampak bagi siswa yang terlibat akibat kekerasan ini antara lain menurunnya psikologis anak tersebut akibat kasus yang menimpanya sehingga keinginan untuk belajar turun. Seiring minat belajar yang semakin rendah maka prestasinya pun juga ikut menurun. Dampak bagi sekolah sendiri ialah terganggunya proses belajar mengajar sehingga target sekolah tidak tercapai. Sementara dampak lain yang timbul ialah terjadi kesenjangan antara pihak orang tua dengan pihak sekolah sehingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut. Bagi negara sendiri ini merupakan sebuah penurunan mutu pendidikan sehingga bisa dikatakan kualitas pendidikan Indonesia belum bagus.
Solusi dari permasalahan ini yang mungkin bisa kita lakukan ialah yang pertama, kita menanamkan moral yang baik kepada siswa, guru dan warga sekolah lainnya melalui pemahaman agama yang baik dan pendidikan moral. Kedua, memperbaiki komunikasi antara siswa dengan sekolah dan sekolah dengan orang tua siswa agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa di cegah. Ketiga, memperbaiki sistem pendidikan kita termasuk peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pendidikan.

Kesimpulan
1. Sekolah dan orang tua hendaknya menanamkan moral yang baik terhadap siswa.
2. Komunikasi dan keterbukaan antara siswa dengan sekolah dan orang tua siswa dengan sekolah hendaknya terjalin dengan baik.
3. Sistem pendidikan negara kita masih kurang baik sehingga perlu adanya pembenahan.

Daftar Pustaka

http//www.digilib.itb.ac.id
http//www.icttemanggung.com
http//www.one indoskripsi.com
http//www.geocities.com
http//www.amazing filsafat.com
http//www.mirifica.net

hak asasi manusia

A. SEJARAH PERKEMBANGAN HAM :

HAM sebagai gagaasan paradigma serta kerangka konseptual tidak lahir secara tiba-tiba namun melalui proses yang cukup panjang dalam sejarh peradapan manusia. Dari perspektif sejarah dekarasi yang ditandatangani oleh majelis umum PBB. Dihayati sebagai suatu pengakuan yuridis formal. Dan merupak titik kulminasi perjuangan sebagian besar umat manusia.

Pada zaman yunani kuno, plato telah memaklumkan kpd warga polisnya, bhw :
* “Kesejahteraan bersama akan tercapai manakala setiap warganya melaksanakan hak dan kewajibannya masing-masing”

* Dlm akar budaya Indonesiapun pengakuan serta penghormatan ttg HAM telah mulai
Berkembang, misalnya dlm masyarakat jawa telah dikenal tradisi “HAK PEPE”, yaitu hak warga desa yg diakui dan dihormati oleh penguasa seperti “HAK MENGELUARKAN PENDAPAT”, walaupun hak tsb bertentatangan dengan kemauan penguasa. (Baut dan Beny, 1988, 3).





AWAL PERKEMBANGAN HAM DIMULAI TATKALA DITANDATANGANI “MAGNA CHARTA” (1215) OLEH RAJA JOHN LACKLAND.

*PENANDATANGANAN “PETITION OF RIGHT” (1628) OLEH RAJA CHARLES I : DLM HUBUNGAN INI RAJA BERHADAPAN DG UTUSAN RAKYAT (HOUSE OF COMMONS). DLM HUBUNGAN INILAH MAKA PERKEMBANGAN HAM ITU SANGAT ERAT HUBUNGANNYA DG PERKEMBANGAN DEMOKRASI.

*PENANDATANGANAN “BILL OF RIGHT” OLEH RAJA WILLEM III TH 1689, SBG HASIL PERGOLAKKAN POLITIK YG DAHSYAT YG DISEBUT SBG “THE GLORIOUS REVOLUTION”. PERISTIWA INI TDK SAJA SBG SUATU KEMENANGAN PARLEMEN ATAS RAJA, MELAINKAN JUGA MRP KEMENANGAN RAKYAT DLM PERGOLAKAN YG MENYERTAI PERGOLAKAN “BILL OF RIGHT” YG BERLANGSUNG SELAMA 60 TH. (ASSHIDDIQIE, 2006; 86).

PEMIKIRAN FILSUF INGGRIS JOHN LOCKE, YG BERPENDAPAT BHW :
“BHW MANUSIA TIDAKLAH SECARA ABSOLUT MENYERAHKAN HAK-HAK INDIVIDUNYA KPD PENGUASA. HAK-HAK YG DISERAHKAN KPD PENGUASA ADALAH AKHAKA YG BERKAITAN DG PERJANJIAN TTG NEGARA, ADAPUN HAK-HAK LAINNYA TETAP BERADA PD MASING-MASING INDIVIDU.

*PUNCAK PERKEMBANGAN PERJUANGAN HAM YAITU KETIKA “HUMAN RIGHT” ITU UTK PERTAMA KALINYA DIRUMUSKAN SECARA RESMI DLM “DECLARA OF INDEPENDENCE” AMERIKA SERIKAT PADA TGL 4 JULI TH 1776. DLM DEKLARASI TERSEBUT DINYATAKAN BHW “SELURUH UMAT MANUSIA DIKARUNIAI OLEH TUHAN YME BEBERAPA HAK YG TETAP MELEKAT PADANYA.
PERUMUSAN HAM SECARA RESMI KEMUDIAN MENJADI DASAR POKOK KONSTITUSI NEGARA AMERIKA SERIKAT TH 1787 YG MULAI BERLAKU 4 MARET 1789 (HARDJOWIROGO, 1977 : 43).

B. HAK-HAK ASASI MANUSIA DLM UUD 1945:
PASAL 28 A :
“SETIAP ORG BERHAK UTK HIDUP SERTA BERHAK MEMPERTAHANKAN
HIDUP DAN KEHIDUPANNYA. **

PASAL 28 B
(1) SETIAP ORG BERHAK MEMBNETUK KELUARGA DAN MELANJUT-
KAN KETURUNUN MELALUI PERKAWINAN YG SAH. **)
(2) SETIAP ANAK BERHAK ATAS KELANGSUNGAN HIDUP, TUMBUH, -
DAN BERKEMBANG SERTA BERHAK ATAS PERLINDUNGAN DARI KEKERASAN DAN DEKRIMINASI.**}




PASAL 28 C
(1) SETIAP ORANG BERHAK MENGEMBANGKAN DIRI MELALUI KEBUTU-
HAN DASARNYA, BERHAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN DAN MEMPE-
ROLEH MANFAAT DARI ILMU PENGETAHUAN DAN TEHNOLOGI, SENI DAN BUDAYA, DEMI MENINGKATKAN KUALITAS HIDUPNYA DAN DEMI
KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA.**)
(2) SETIAP ORANG BERHAK UTK MEMAJUKAN DIRINYA DLM MEMPERJU -\
ANGKAN SEC KOLEKTIF UTK MEMBANGUN MASYARAKAT, BANGSA ;
DAN NEGARA.**)
PASAL 28 D
SETIAP ORG BERHAK ATAS PENGAKUAN, JAMINAN, PERLINDUNGAN ,
DAN KEPASTIAN HUKUM YG ADIL SERTA PERLAKUAN YG SAMA DIHA-
DAPAN HUKUM.**)



(2) SETIAP ORG BERHAK UTK BEKERJA SERTA MENDAPAT IMBALAN DAN
PERLAKUAN YG ADIL DAN LAYAK DLM HUBUNGAN KERJA.**)
(3) SETIAP WARGA NEG BERHAK MEMPEROLEH KESEMPATAN YG SAMA
DLM PEMERINTAHAN.**)
SETIAP ORG BERHAK ATAS STATUS KEWRGANEGARAAN.**)
PASAL 28 E
SETIAP ORG BEBAS MEMELUK AGAMA DAN BERIBADAT MENURUT
AGAMANYA, MEMILIH PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN, MEMILIH PE-
KERJAAN, MEMILIH KEWARGANEGARAN, MEMILIH TEMPAT TINGGAL
DARI WILAYAH NEG DAN MENINGKATKANNYA SERTA BERHAK KEMBALI.**)
(2) SETIAP ORG BERHAK ATAS KEBEBASAN MEYAKINI KEPERCAYAAN, ME
NYATAKAN PIKIRAN DAN SIKAP YG SESUAI DG HATI NURANINYA.**)
(3) SETIAP ORG BERHAK ATAS KEBEBASAN BERSERIKAT, BERKUMPUL, DAN MENGELUARKAN PENDAPAT.**).

PASAL 28 F
SETIAP ORG BERHAK UTK BERKOMUNIKASI DAN MEMPEROLEH INFORMASI UTK MENGEMBANGKAN PRIBADI DAN LINGKUNGAN SOSIALNYA, SERTA BERHAK UTK MENCARI, MEMPEROLEH, MEMILIKI, MENYIMPAN, MENGOLAH DAN MENYAMPAIKAN INFORMASI DG MENGGUNAKAN SEGALA JENIS SALURAN YG TER
SEDIA.**)
PASAL 28 G
SETIAP ORG BERHAK ATAS PERLINDUNGAN DIRI PRIBADI, KELUARGA, KEHORMATAN, MARTABAT, DAN HARTA BENDA YG DIBAWAH KEKUASAANNYA, SERTA BERHAK ATAS RASA AMAN DAN PERLINDUNGAN DARI ANCAMAN KETAKUTAN UTK BERBUAT DAN ATAU TDK BERBUAT SESUATU YG MRP HAK ASASI.**)
SETIAP ORG BERHAK UTK BEBAS DARI PENYIKSAAN ATAU PERLAKUAN YG MERENDAHKAN DERAJAD MARTABAT MANUSIA DAN BERHAK MEMPEROLEH
SUAKA POLITIK DARI NEG LAIN.**).


BAT


PASAL 28 H
SETIAP ORG BERHAK HIDUP SEJAHTERA LAHIR DAN BATIN, BERTEMPAT TING –
GAL DAN MENDAPATKAN LINGKUNGAN HIDUP YG BAIK DAN SEHAT SERTA BER
HAK MEMPEROLEH PELAYANAN KESEHATAN.**)
SETIAP ORG BERHAK MENDAPAT KEMUDAHAN DAN PERLAKUAN KHUSUS UTK
MEMPEROLEH KESEMPATAN DAN MANFAAT YG SAMA GUNA MENCAPAI PERSA
MAAN DAN KEADILAN.**)
SETIAP ORG BERHAK ATAS JAMINAN SOSIAL YG MEMUNGKINKAN PENGEM -
BANGAN DIRINYA SECARA UTUH SBG MANUSIA YG BERMARTABAT.**)
SETIAP ORG BERHAK MEMPUNYAI MILIK PRIBADI DAN HAK MILIK TSB TDK BO
LEH DIAMBIL ALIH SECARA SEWENANG-WENANG OLEH SIAPAPUN.**)
PASAL 28 I
HAK UTK HIDUP, HAK UTK TDK DISIKSA, HAK KEMERDEKAAN PIKIRAN DAN HATI NURANI, HAK BERAGAMA, HAK UTK TDK DIPERBUDAK, HAK UTK DIAKUI
SBG PRIBADI DIHADAPAN HUKUM YG BERLAKU SURUT ADALAH APABILA HAK
ASASI MANUSIA YG TDK DPT DIKURANGI DLM KEADAAN APAPUN.**)


(2) SETIAP ORG BERHAK BEBAS DARI PERLAKUAN YG DISKRIMINATIF ATAS DASAR
APAPUN DAN BERHAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN THD PERLAKUAN YG -
BERSIFAT DISKRIMINATIF ITU.**)
(3) IDENTITAS BUDAYA DAN HAK MASY TRADISIONAL DIHORMATI SELARAS DG -
PERKEMBANGAN ZAMAN DAN PERADABAN.**)
(4) PERLINDUNGAN, PEMAJUAN, PENEGAKAN, DAN PEMENUHAN HAK ASASI ADA-
LAH TG JWB NEG, TERUTAMA PEMERINTAH.**)
(5) UTK MENEGAKKAN DAN MELINDUNGI HAK ASASI MANUSIA SESUAI DG PRINSIP
NEG HUKUM YG DEMOKRATIS, MK PELAKS HAM DIJAMIN, DIATUR, DAN DITU -
ANGKAN DLM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.**)
PASAL 28 J
SETIAP ORG WAJIB MENGHORMATI HAM ORG LAIN DLM TERTIB KEHIDUPAN BER MASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA.**)
DLM MENJALANKAN HAK DAN KEBEBASANNYA, SETIAP ORG WAJIB TUNDUK –
KPD PEMBATASAN YG DITETAPKAN DG UU DG MAKSUD SEMATA -MATA UTK
MENJAMIN PENGAKUAN SERTA PENGHORMATAN ATAS HAK DAN KEBEBASAN


ORG LAIN DAN UTK MEMENUHI TUNTUTAN YG ADIL SESUAI DG PERTIMBANG
AN MORAL, NILAI-NILAI AGAMA, KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM DLM
SUATU MASYA DEMOKRATIS.**)

DALAM PERJALANAN SEJARAH KENEGARAAN INDO PELAKSANAAN PER
LINDUNGAN THD HAM DI INDO MENGALAMI KEMAJUAN ANTARA LAIN SEJAK
KEKUASAAN REZIM SOEHARTO TELAH DIBENTUK KOMNAS HAM, WALAU
PUN P ELAKSANAANNYA BLM OPTIMAL.
DLM PROSES REFORMASI DEWASA INI TERUTAMA PERLINDUNGAN HAM SE
MAKIN KUAT, OLEH KRN ITU JAMINAN HAM SBGMANA TERKANDUNG DLM UUD
1945, MENJADI SEMAKIN EFEKTIF TERUTAMA DG DIWUJUDKANNYA UU RI NO 39
TH 1999, TTG HAM, DLM KONSIDERANS DAN KETENTUAN UMUM PASAL 1 DIJE –
LASKAN, BHW HAM ADLH SEPERANGKAT HAK YG MELEKAT PD HAKIKAT DAN
KEBERADAAN MANUSIA SBG MAKHLUK TUHAN YME, DAN MRP ANUGRAHNYA
YG WAJIB DIHORMATI, DIJUNJUNG TINGGI, DILINDUNGI OLEH NEG, HUKUM, PE
MERINTAH DAN SETIAP ORG DEMI KEHORMATAN SERTA PERLINDUNGAN
HARKAT MARTABAT MANUSIA.




UU NO 39 TH 1999 TSB TERDIRI ATAS 105 PASAL, YG MELIPUTI BERBAGAI MACAM
HUKUM TTG :
1. HAK ASASI;
2. PERLINDUNGAN HAK ASASI;
3. PEMBATASAN THD KEWENANGAN PEMERINTAH SERTA KOMNAS HAM.
HAK ASASI TSB MELIPUTI :
1. HAK UTK HIDUP;
2. HAK BERKELUARGA DAN MELANJUTKAN KETURUNAN;
3. HAK MENGEMBANGKAN DIRI;
4. HAK MEMPEROLEH KEADILAN;
5. HAK ATAS KEBEBASAN PRIBADI;
6. HAK ATAS RASA AMAN;
7. HAK ATAS KESEJAHTERAAN;
8. HAK TURUT SERTA DLM PEMERINTAHAN;
9. HAK WANITA, DAN HAK ANAK.

fungsi-jangkauan dari fungsi

E. Jangkauan dari fungsi
Misalkan A = {a,b,c,d,e}; B = {1,2,3,4,5}. f : A→B adalah fungsi dari A ke B yang didefinisikan oleh diagram panah. Tampak bahwa : 2 bayangan dari a dan b
3 bayangan dari c dan d
4 bayangan dari c
Himpunan semua bayangan dari A adalah {2,3,4}. Himpunan tersebut disebut “jangkauan atau range” atau daerah hasil dari fungsi f ditulis f(A).
Contoh :
Diketahui f : A→R adalah fungsi dari A ke dalam R yang ditentukan oleh f(x) = x2 – 2x – 3. jika R himpunan bilangan real, A = {x | -2 < x < 4, x R}.
Tentukan range dari f atau f (x).

Penyelesaian :



Lihat gambar
A maka 5 f(A)
-2 A maka 5 f(A)
A maka -4 f(A)
Jadi f(A) = {y | -4 ≤ y < 5, y R}

F. Jenis Fungsi
Fungsi satu-satu (injektif)
Misalkan f : A→B adalah fungsi dari A ke dalam B maka f disebut fungsi satu-satu jhj x1, x2 A, x1 x2 maka f (x1) f(x2)

f bukan fungsi injektif jhj x1, x2 A, x1 x2 tetapi f(x) = f(x2)
Contoh :
a. misalkan fungsi f : R→R didefinisikan rumus f(x) = x2 maka f bukan fungsi satu-satu (mengapa)
b. Misalkan fungsi g : R→R didefinisikan rumus g(x) = 2x + 1 maka g merupakan fungsi satu-satu.(mengapa)

2. Fungsi Kepada (surjektif)
Misalkan f : A→B adalah fungsi dari A ke dalam B maka f disebut fungsi kepada jhj range = kodomain atau f(A) = B.
contoh :
a. misalkan fungsi f : R→R didefinisikan rumus f(x) = x2 maka f bukan fungsi kepada (mengapa)
b. Misalkan fungsi g : R→R didefinisikan rumus g(x) = 2x + 1 maka g merupakan fungsi kepada.(mengapa)



“jika suatu fungsi merupakan fungsi satu-satu dan juga fungsi kepada maka fungsi itu disebut fungsi satu-satu kepada (bijektif)”
Contoh :
Misalkan fungsi g : R→R didefinisikan rumus g(x) = 2x + 1 maka g merupakan fungsi bijektif.(mengapa)

3. Fungsi Satuan
Misalkan f : A→A adalah fungsi didalam A maka fungsi f yang didefinisikan oleh f(x) = x disebut fungsi satuan atau fungsi identitas.
Contoh :
Diketahui f : R→R adalah fungsi di dalam R. dengan R = himpunan bilangan real dan f(x) = x
Gambarlah grafik fungsi f


b. Apakah f fungsi satuan?
c. Apakah f fungsi satu-satu?
d. Apakah f fungsi kepada?
Penyelesaian :
a. Grafik melalui titik (0,0) dan (2,2)
b. F fungsi satuan



c. F fungsi satu-satu sebab x1, x2 R, x1 x2 maka f(x1) f(x2)
d. F fungsi kepada sebab f(R) = R

4. Fungsi Konstan
misalkan f : A→A adalah fungsi di dalam A maka fungsi f disebut fungsi konstan jhj jangkauan dari f hanya terdiri dari satu anggota.
contoh :
f : R→R didefinisikan oleh f(x) = 3 dengan R = himpunan bilangan real.
a. apakah f fungsi konstan?
b. gambarlah grafiknya?
penyelesaian :
a. f fungsi konstan


b. grafik melalui titik (0,3) dan (2,3)


5. Invers suatu fungsi dan fungsi invers
a. f : A→B fungsi kepada inversnya f1 : B→A bukan sebab 3 B mempunyai dua kawan.
b. g : A→C fungsi satu-satu. Inversnya g1 : C→A bukan fungsi sebab 4 C tidak mempunyai kawan.
c. h : A→D fungsi satu-satu dan kepada. Inversnya h1 : D→A merupakan fungsi lagi, fungsi tersebut disebut fungsi invers.

Latihan
Diketahui R : A→B adalah relasi dari A ke dalam B. jika A = {2,3,4,5}; B = {3,4,5}. Relasi R di definisikan “x faktor dari y”
a. nyatakan R dengan diagram panah
b. apakah relasi R fungsi?mengapa?
2. Misalkan f(x) = x2 mendefinisikan suatu fungsi pada selang tertutup -2 ≤ x ≤ 5, carilah
a. f(0) b. f(3) c. f (4)
d. tentukan a sehingga f(a) = 4
3. Misalkan A = {a,b,c} dan B = {1,0}. Berapakah banyaknya fungsi yang berbeda dari B ke dalam A dan apa saja?
4. Ambilah A = {-1,0,1,2,3}. Misalkan fungsi g : A→R didefinisikan oleh f(x) = x2 + 2. carilah jangkauan dari g.

masalah sosial

Lesile (1974) mengemukakan batasan mengenai
masalah sosial sebagai suatu kondisi yang
mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang
tidak diinginkan atau tidak disukai dan yang karenanya
dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka masalah-masalah
sosial ini pengertiannya terutama ditekankan pada
adanya kondisi atau sesuatu keadaan tertentu
dalam kehidupan sosial warga masyarakat
yang bersangkutan.


Kondisi atau keadaan sosial tertentu sebenarnya
merupakan proses hasil dari proses kehidupan manusia
yang berusaha untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya (manusia harus
makan, minum, buang air, mengadakan hubungan
kelamin, bernafas, kebutuhan-kebutuhan sosial (berhubungan
dengan orang lain, membutuhkan bantuan orang lain untuk
memecahkan berbagai masalah, dan sebagainya), kebutuhan-
kebutuhan kejiwaan (untuk merasakan aman dan tenteram,
membutuhkan cinta kasih dan sayang dan sebagainya).


Di dalam kenyataannya masalah-masalah social tidak dirasakan oleh
setiap warga masyarakat secara sama. Sesuatu kondisi yang dianggap
sebagai suatu yang menghambat atau merugikan oleh sejumlah warga
masyarakat, belum tentu dirasakan oleh sejumlah warga masyarakat
yang lain dari masyarakat tersebut atau bahkan dirasakan oleh yang
lainnya, sebagai sesuatu yang menguntungkan.

Misalnya masalah budaya merokok yang sudah mempengaruhi
generasi muda di perkotaan pada umumnya dirasakan merugikan
kesehatan khususnya kesehatan generasi muda tetapi di lain pihak
dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan misalnya para
pengusaha rokok.


Masalah sosial dapat mempunyai dua pengertian, yaitu:

Menurut umum atau warga masyarakat bahwa segala sesuatu yang
menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.

2. Menurut para pakar masalah sosial adalah suatu kondisi atau
perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas
studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan
terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.
Contoh:
masalah pedagang kaki lima di kota-kota besar di Indonesia, masalah
prostitusi. Sesuatu masalah yang digolongkan sebagai masalah social
oleh para ahli belum tentu dianggap sebagai masalah sosial oleh umum.
Sebaliknya ada juga masalah-masalah yang dianggap sebagai masalah
sosial oleh umum tetapi belum tentu dianggap sebagai masalah sosial
oleh para ahli.


Gejala-gejala sosial di dalam masyarakat yang tidak dikehendaki
dan diinginkan oleh masyarakat dapat disebut masalah social.
Hal ini merupakan gejala yang abnormal atau gejala-gejala
patologis2. Masalah-masalah sosial begitu mengganggu dan
menghantui kehidupan manusia dalam kebudayaan
dan peradabannya karena dapat dipastikan hall tersebut
menjauhkan manusia dari kesejahteraannya. Dalam sejarah
peradaban manusia sebelum adanya ahli-ahli ilmu sosial
pemecahan masalah-masalah sosial ini ditangani oleh para
filsuf, ahli politik, ahli hukum, dan rohaniawan.


Ditinjau dari sudut ilmu sosial bahwa masalah-masalah sosial timbul
akibat proses perubahan sosial 3(social change) dan perubahan kebudayaan
(culture change). Perubahan sosiall dan kebudayaan adalah proses-proses yang
secara tetap dan terus menerus dialami oleh setiap masyarakat manusia, cepat
atau lambat, berlangsung dengan tenang ataupun berlangsung dengan
kekacauan.
Sarjana-sarjana seperti Merton, Nisbet, Denzin, Gerson dan Brodley,
menjelaskan bahwa dengan menggunakan pendekatan (approach) masalahmasalah
social sebagai kerangkanya maka hakikat dari masyarakat dan
kebudayaan manusia akan lebih dapat dipahami. Hal-hal yang bersifat logis dan
masuk akal yang bersumber dari ide-ide manusia yang dapat
dipertanggungjawabkan dapat diterima sebagai masukan di dalam pemecahan
masalah-masalah sosial.


Jadi pada dasarnya, masalah sosial menyangkut nilai-nilai-nilai sosial
dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan, karena menyangkut tata
kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.
Sebab itu masalah-masalah social tidak akan mungkin ditelaah tanpa
mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap
baik dan apa yang dianggap buruk.
Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia
atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis,
biopsikologis dan kebudayaan. Setiap masyarakat mempunyai norma yang
bersangkut – paut dengan kesejahteraan kebendaan, kesehatan fisik,
kesehatan mental serta penyesuaian diri individu atau kelompok sosial.


Penyimpangan-penyimpangan terhadap norma-norma tersebut merupakan
gejala abnormal yang merupakan masalah sosial. Sesuai dengan
sumber-sumbernya tersebut, maka masalah sosial dapat diklasifikasikan
dalam empat kategori seperti di atas. Problema-problema yang berasal dari
faktor ekonomis antara lain kemiskinan, pengangguran dan sebagainya.
Penyakit, misalnya, bersumber pada faktor biologis. Dari faktor psikologis
timbul persoalan seperti penyakit syaraf (neurosis), bunuh diri, disorganisasi
jiwa dan seterusnya.

Sedangkan persoalan yang menyangkut perceraian, kejahatan, kenakalan
anak-anak, konflik rasial dan keagamaan bersumber pada faktor kebudayaan.
Lazimnya suatu masalah dapat digolongkan ke dalam lebih dari satu kategori.

Misalnya, kemiskinan mungkin merupakan akibat berjangkitnya penyakit
paruparu yang merupakan factor biologis atau sebagai akibat sakit jiwa yang
bersumber pada faktor psikologis atau dapat pula bersumber pada faktor
kebudayaan, yaitu karena tidak adanya lapangan pekerjaan dan seterusnya.
Masalah-masalah sosial yang dihadapi masyarakat tidaklah sama
antara yang satu dengan yang lain. Hal itu disebabkan oleh perbedaan tingkat
perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya, dan keadaan lingkungan
alamnya di mana masyarakat itu hidup. Wujud masalah-masalah itu dapat
berupa: masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi,
masalah agama ataupun masalah-masalah lainnya.


1. Masyarakat Sebagai Wadah Kebudayaan
2. Kebudayaan


Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.


Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain.
Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial.
Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat adalah orang yang hidup bersama
yang menghasilkan kebudayaan (culture).



Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.
Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.


Semua orang sama dimuka hukum, Semua orang sama dimuka Tuhan,Berdiri sama tinggi duduk sama rendah.
Kenyataanya banyak ketidaksamaan dalam:kekuasan,kekayaan,hukum,prestise.
Perbedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimiliki,dalam sosiologi disebut Stratifikasi sosial(Sosial Stratifiction).
Ralp Linkton:”Sejak lahir oarang sudah memperoleh sejumlah status tanpa memandang perbedaan antara individu dan kemampuan,Dibedakan atas dasar usia,jenis kelamin,hubungan kekerabatan,keanggotaan dalam kelompok tertentu seperti kasta dan kelas.”
Jenis stratifikasi didasarkan atas keanggotaan dalam kelompok:Religious Stratification,Ethnic Stratification,Ratial Stratifikcation.


Dalam kehidupan sehari-hari, orang begitu sering membicarakan soal
kebudayaan (culture). Di dalam kehidupan sehari-hari orang tak mungkin
tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan. Setiap orang cenderung
memakai kebudayaan, memelihara kebudayaan bahkan merusak kebudayaan tadi.

Kebudayaan hidup dan tumbuh di dalam masyarakat (society).

Masyarakatlah lahan tempat tumbuh dan bersemainya kebudayaan
(culture).
Kebudayaan sebenarnya secara khusus dan lebih teliti dipelajari oleh antropologi budaya. Tetapi walaupun demikian, seseorang yang
memperdalam perhatiannya terhadap sosiologi dan karena itu memusatkan perhatiannya terhadap masyarakat, tidak dapat menyampingkan kebudayaan dengan begitu saja. Karena di dalam kehidupan keduanya tidak dapat dipisahkan dan selamanya merupakan dua sisi yang tunggal, dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.


Pengertian dan ruang lingkup kebudayaan meliputi bidang yang luas seolah-olah tidak ada batasnya. Oleh karena itulah sangat sukar untuk memberikan batasan pengertian atau definisi yang tegas dan terinci yang mencakup segala sesuatu yang seharusnya termasuk dalam pengertian tersebut.
Dalam pengertian sehari-hari, istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian terutama seni suara dan seni tari.
Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata “buddhi” yang artinya budi atau akal.
Kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”.
Peristilahan culture yang merupakan istilah bahasa asing yang berarti kebudayaan, berasal dari kata latin colere. Artinya mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau bertani. Dari asal kata tersebut yaitu colere kemudian menjadi culture diartikan sebagai segala daya dankegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.



Seorang antropolog yang bernama E.B. Tylor (1871) dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture memberikan definisi mengenai kebudayaan sebagai berikut (dalam terjemahan):
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan lain-lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Dapat juga dikatakan, kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normative. Maknanya adalah mencakup segala cara atau pola-pola berfikir, merasakan dan bertindak.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi mengutarakan bahwa setiap hasil karya, rasa dan cipta masyarakat itulah yang menjadi kebudayaan. Karya masyarakat tersebut menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.

Di dalam jiwa manusia terdapat rasa yang mewujudkan segala kaidah dan nilai-nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas. Didalamnya termasuk agama, idiologi, kebatinan, kesenian dan semua unsur yang merupakan hasil ekspresii jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat.

Berikutnya, cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan berfikir orang-orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
Cipta merupakan perwujudan teori murni maupun yang telah disusun untuk langsung diamalkan dalam kehidupan masyarakat.
Rasa dan cinta dinamakan pula kebudayaan rohaniah.
Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa orang-orang yang menentukan kegunaannya agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar atau dengan seluruh masyarakat.
Secara lazim orang mengartikan kebudayaan dengan kesenian, seperti seni tari, seni suara, seni lukis dan sebagainya.
Dalam pandangan sosiologi, kebudayaan mempunyai arti yang lebih luas daripada itu. Kebudayaan meliputi semua hasil cipta, karsa, rasa dan karya manusia, baik yang material maupun non material.


Kebudayaan material berarti segala hasil karya manusia berupa cipta, karsa yang berwujud benda-benda atau barang-barang yang utilistis dan economis, seperti: pabrik, rumah, jalan, gedung, alat-alat komunikasi, alat-alat hiburan dan sebagainya.
Kebudayaan non material mempunyai arti segala hasil karya manusia berupa hasil cipta, karsa yang berwujud kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan, keagamaan dan sebagainya.
Di dalam kenyataan (in reality) antara kebudayaan dan masyarakat saling mempengaruhi. Di satu sisi kebudayaan itu dipengaruhi oleh anggota-anggota masyarakat tetapi di lain sisi anggota-anggota masyarakat itu dipengaruhi oleh kebudayaan.
Hal ini disebabkan masyarakat sebagai tempat dan wadah tumbuh dan berkembangnya kebudayaan yang sebenarnya kebudayaan itu lahir dari aktifitas-aktifitas masyarakat dalam mempertahankan kehidupannya.


Kebudayaan menghasilkan hasil-hasil budaya, hasil-hasil budaya ini didukung oleh manusia sehingga menjadi hasil budaya manusia selanjutnya terjadilah pola kehidupan dan pola kehidupan inilah yang menyebabkan hidup bersama dan dengan pola kehidupan ini pula dapat mempengaruhi cara berpikir dan gerak sosial.
Dalam hal ini dapat dilihat kehidupan umat Islam di Timur Tengah, Eropa, Amerika, China, Rusia, Indonesia, Malaysia berlainan bentuknya sebab pola kehidupan mereka juga lain, disebabkan adanya pengaruh lingkungan di daerah negara-negara itu.
Pengaruh lingkungan itu berbeda dalam hal budayanya yang dihasilkan oleh akal pemikiran manusianya bukan berbeda dalam hal aqidah, prinsip dan nilai-nilai keIslamannya (Islamic Values).

teori evolusi

EVOLUSI
Merupakan cabang biologi yang menjelaskan perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu lama, dari bentuk sederhana menjadi bentuk kompleks

Teori evolusi dikembangkan berdasarkan ide (gagasan) dan fakta-fakta seperti : fosil, keanekaragaman, homologi, ontogeni dan sebagainya.
Banyak bukti yang telah ditemukan di dalam usaha mendukung adanya peristiwa evolusi dan hampir seluruh ahli biologi modern yakin adanya peristiwa evolusi

Ada dua teori yang sangat mendasar dalam mempelajarai teori teori evolusi
1.Teori Lamarck tentang penurunan sifat suatu individu, bahwa modifikasi yang diperoleh suatu organisme karena adaptasi terhadap lingkungannya diwariskan kepada keturunannya


2. Teori Darwin. Bahwa ada tiga kenyataan dalam mengembangkan teori evolusi.
1. Bukti fosil yang memberi petunjuk kehidupan di masa lampau.


2. Persamaan tumbuhan dan hewan peliharaan dengan tumbuhan dan hewan liar
3. Setiap spesies cenderung untuk bertambah, sehingga timbul persaingan untuk mempertahan keadaan


Bukti-bukti yang digunakan untuk mendukung teori evolusi , yaitu:
1. Bukti fosil (paleontologi), bukti anatomi perbandingan, bukti embriologi perbandingan, bukti penyebaran geografi, bukti biokimia perbandingan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVOLUSI
SELEKSI ALAM
MUTASI
PERAN ISOLASI DALAM PEMBENTUKAN SPESIES BARU
4. ADAPTASI

Seleksi alam dapat menyebabkan perbedaan genetik dalam suatu organisme, dan terjadi adaptasi (penyesuaian diri) dengan lingkungannya untuk bertahan lebih lama
Perubahan bentuk organisme dari yang lama menjadi baru disebut : makro evolusi

Pada peristiwa evolusi, perubahan terjadi pada individu dalam populasi untuk menghasilkan individu baru dengan ciri dan karakter khusus.
Generasi ke generasi terus berkembang sehingga populasi bertambah besar.


Perubahan dalam populasi disebut Mikro evolusi.
Seleksi alam berlangsung secara mikro evolusi dengan hasil akhir adalah adaptasi

teori evolusi

EVOLUSI
Merupakan cabang biologi yang menjelaskan perkembangan makhluk hidup secara bertahap dalam jangka waktu lama, dari bentuk sederhana menjadi bentuk kompleks

Teori evolusi dikembangkan berdasarkan ide (gagasan) dan fakta-fakta seperti : fosil, keanekaragaman, homologi, ontogeni dan sebagainya.
Banyak bukti yang telah ditemukan di dalam usaha mendukung adanya peristiwa evolusi dan hampir seluruh ahli biologi modern yakin adanya peristiwa evolusi

Ada dua teori yang sangat mendasar dalam mempelajarai teori teori evolusi
1.Teori Lamarck tentang penurunan sifat suatu individu, bahwa modifikasi yang diperoleh suatu organisme karena adaptasi terhadap lingkungannya diwariskan kepada keturunannya


2. Teori Darwin. Bahwa ada tiga kenyataan dalam mengembangkan teori evolusi.
1. Bukti fosil yang memberi petunjuk kehidupan di masa lampau.


2. Persamaan tumbuhan dan hewan peliharaan dengan tumbuhan dan hewan liar
3. Setiap spesies cenderung untuk bertambah, sehingga timbul persaingan untuk mempertahan keadaan


Bukti-bukti yang digunakan untuk mendukung teori evolusi , yaitu:
1. Bukti fosil (paleontologi), bukti anatomi perbandingan, bukti embriologi perbandingan, bukti penyebaran geografi, bukti biokimia perbandingan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVOLUSI
SELEKSI ALAM
MUTASI
PERAN ISOLASI DALAM PEMBENTUKAN SPESIES BARU
4. ADAPTASI

Seleksi alam dapat menyebabkan perbedaan genetik dalam suatu organisme, dan terjadi adaptasi (penyesuaian diri) dengan lingkungannya untuk bertahan lebih lama
Perubahan bentuk organisme dari yang lama menjadi baru disebut : makro evolusi

Pada peristiwa evolusi, perubahan terjadi pada individu dalam populasi untuk menghasilkan individu baru dengan ciri dan karakter khusus.
Generasi ke generasi terus berkembang sehingga populasi bertambah besar.


Perubahan dalam populasi disebut Mikro evolusi.
Seleksi alam berlangsung secara mikro evolusi dengan hasil akhir adalah adaptasi

sifat kimia - fisika asam nukleat

ASAM NUKLEAT
Kehidupan ORGANISME
kehidupan
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
FUNGSI ASAM NUKLEAT
KOMPONEN NUKLEOTIDA
CARA KIMIA
asam nukleat merupakan dasar untuk memahami genetik biokimia. Asam nukleat adalah makromolekul dengan massa molekul sangat tinggi yang fungsinya untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik. Terdapat dua jenis asam nukleat, yaitu asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitiplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
.
. Sifat Fisika dan Kimia : ASAM NUKLEAT.
.
1, Karena memiliki banyak gugus polar, nukleosida bersifat larut
dalam air.

2. Gugus fosfat Nukleotida dapat terionisasi, dan dapat melepaskan
proton (terprotonasi) sehingga bersifat asam, karenanya disebut
asam nukelat.
3. Gugus amina pada purin ataupun pirimidinnya dapat
terprotonasi
4. Basanya dapat mengalami tautomerisasi
SIFAT KIMIA ASAM NUKLEAT


2 Fungsi Asam Nukleat Asam Nukleat berfungsi antara lain :
a. Sebagai faktor genetika
b. KO-enzim
c. Pembawa energi
d. Pengantar biosintesis protein


.3 Jenis Asam Nukleat : DNA & RNA



asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitoplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
Terdapat perbedaan struktur yang penting antara asam nukleat DNA dan RNA.
Setiap nukleotida RNA mengandung suatu gugus –OH pada atom C2 cincin furanosa.
Pada DNA tidak ada, basa nitrogen yang digunakan juga berbeda.
DNA mengandung dua purin: adenin (A) dan guanin (G) dan dua pirimidin: sitosin (S) dan timin (T).
Pada RNA mengandung pirimidin: urasil (U) pengganti timin (T), dan sejumlah nukleotida lain. Namun demikian, bukti menyarankan bahwa nukleotida tambahan ini dibentuk melalui modifikasi adenin, guanin, sitosin, atau urasil setelah polimer RNA

Perbedaan RNA dan DNA
rumusan
Urasil (U)

Pengertian
Asam deoksiribosanukleat (Ing. deoxyribosenucleic acid) atau lebih dikenal dengan singkatan DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.
Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.
kecuali beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) semisal HIV (Human Immunodeficiency Virus).
DNA adalah sebuah molekul raksasa yang tersembunyi di dalam inti setiap sel hidup.
Semua ciri fisik makhluk hidup dikodekan dalam molekul berbentuk rantai heliks ini.
Semua informasi tentang tubuh kita, dari warna mata hingga struktur organ-organ dalam, juga bentuk serta fungsi sel-sel kita, terkodekan dalam bagian yang disebut gen dalam DNA.
Sejarah DNA
DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel.
penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel.
DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.
Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik.
Dalam penelitian oleh Avery dan rekan- rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal mentranform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh. Eksperimen Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan perunut (radioactive tracers).
Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar-x DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.

Struktur
Sebelum Watson dan Crick, DNA sudah diketahui sebagai polimer yang terdiri dari tiga komponen utama: fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen.
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida.
Struktur Kimia DNA dapat digambarkan seperti diagram di bawah ini:

RNA
RNA Asam ribonukleat (bahasa Inggris:ribonucleic acid, RNA) senyawa yang merupakan bahan genetik, dan peran utama dalam ekspresi genetik.
Dalam dogma pokok(central dogma) genetika molekular, RNA menjadi perantara antara informasi yang dibawa DNA dan ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.
Struktur RNA


Struktur dasar RNA mirip dengan DNA.
RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus gula ribosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N).
Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus gula ribosa dari nukleotida yang lain.
Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil tambahan pada cincin gularibosa(sehingga dinamakan ribosa).
Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timin pada DNA diganti dengan urasil pada RNA.
Jadi tetap ada empat pilihan: adenin, guanin, sitosin, atau urasil untuk suatu nukleotida.
Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya.
Tipe-tipe RNA

RNA hadir di alam dalam berbagai macam/tipe. Sebagai bahan genetik, RNA berwujud sepasang pita (Inggris double- stranded RNA, dsRNA).
Genetika molekular klasik mengajarkan adanya tiga tipe RNA yang terlibat dalam proses sintesis protein:
RNA kurir (bahasa Inggris: messenger RNA, mRNA),
RNA ribosom (bahasa Inggris: ribosomal RNA, rRNA),
RNA translasi (bahasa Inggris: transfer RNA, tRNA).

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 diketahui bahwa RNA hadir dalam berbagai macam bentuk, hingga sekarang dikenal istilah, di antaranya miRNAdan siRNA.
Fungsi RNA
Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNAdan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.
Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi.
Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang dikenal dengan nama kodon.
Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.
RNA interference

Suatu gejala yang baru ditemukan pada abad ke- 20 adalah adanya mekanisme 'pembungkaman' ("silencing") dalam ekspresi genetik.
Kode genetik yang dibawa RNA tidak ditranslasi menjadi protein oleh tRNA. Ini terjadi karena sebelum sempat ditranslasi, mRNA dicerna/dihancurkan oleh suatu mekanisme yang disebut sebagai "RNA interference". Mekanisme ini melibatkan paling sedikit tiga substansi (enzim?).
Pertama kali ditemukan pada nematoda "Caenorhabditis elegans".
Tapi selanjutnya ditemukan pada hampir semua kelompok organisme hidup

Nukleosida adalah suatu N-glikosida, dimana basa purin atau pirimidin dihubungkan dengan karbon amomerik (C-1) dari gula berupa cincin heterosiklik.
Dalam hal ini terdapat dua jenis nukleosida, yaitu ribo nukelosida dan deoksiribonukelosida.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa nukleosida merupakan nukleotida tanpa gugus fosfat.

komponen nukleotida

ASAM NUKLEAT
Kehidupan ORGANISME
kehidupan
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
FUNGSI ASAM NUKLEAT
KOMPONEN NUKLEOTIDA
CARA KIMIA
asam nukleat merupakan dasar untuk memahami genetik biokimia. Asam nukleat adalah makromolekul dengan massa molekul sangat tinggi yang fungsinya untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik. Terdapat dua jenis asam nukleat, yaitu asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitiplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
.
. Sifat Fisika dan Kimia : ASAM NUKLEAT.
.
1, Karena memiliki banyak gugus polar, nukleosida bersifat larut
dalam air.

2. Gugus fosfat Nukleotida dapat terionisasi, dan dapat melepaskan
proton (terprotonasi) sehingga bersifat asam, karenanya disebut
asam nukelat.
3. Gugus amina pada purin ataupun pirimidinnya dapat
terprotonasi
4. Basanya dapat mengalami tautomerisasi
SIFAT KIMIA ASAM NUKLEAT


2 Fungsi Asam Nukleat Asam Nukleat berfungsi antara lain :
a. Sebagai faktor genetika
b. KO-enzim
c. Pembawa energi
d. Pengantar biosintesis protein


.3 Jenis Asam Nukleat : DNA & RNA



asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitoplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
Terdapat perbedaan struktur yang penting antara asam nukleat DNA dan RNA.
Setiap nukleotida RNA mengandung suatu gugus –OH pada atom C2 cincin furanosa.
Pada DNA tidak ada, basa nitrogen yang digunakan juga berbeda.
DNA mengandung dua purin: adenin (A) dan guanin (G) dan dua pirimidin: sitosin (S) dan timin (T).
Pada RNA mengandung pirimidin: urasil (U) pengganti timin (T), dan sejumlah nukleotida lain. Namun demikian, bukti menyarankan bahwa nukleotida tambahan ini dibentuk melalui modifikasi adenin, guanin, sitosin, atau urasil setelah polimer RNA

Perbedaan RNA dan DNA
rumusan
Urasil (U)

Pengertian
Asam deoksiribosanukleat (Ing. deoxyribosenucleic acid) atau lebih dikenal dengan singkatan DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.
Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.
kecuali beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) semisal HIV (Human Immunodeficiency Virus).
DNA adalah sebuah molekul raksasa yang tersembunyi di dalam inti setiap sel hidup.
Semua ciri fisik makhluk hidup dikodekan dalam molekul berbentuk rantai heliks ini.
Semua informasi tentang tubuh kita, dari warna mata hingga struktur organ-organ dalam, juga bentuk serta fungsi sel-sel kita, terkodekan dalam bagian yang disebut gen dalam DNA.
Sejarah DNA
DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel.
penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel.
DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.
Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik.
Dalam penelitian oleh Avery dan rekan- rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal mentranform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh. Eksperimen Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan perunut (radioactive tracers).
Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar-x DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.

Struktur
Sebelum Watson dan Crick, DNA sudah diketahui sebagai polimer yang terdiri dari tiga komponen utama: fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen.
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida.
Struktur Kimia DNA dapat digambarkan seperti diagram di bawah ini:

RNA
RNA Asam ribonukleat (bahasa Inggris:ribonucleic acid, RNA) senyawa yang merupakan bahan genetik, dan peran utama dalam ekspresi genetik.
Dalam dogma pokok(central dogma) genetika molekular, RNA menjadi perantara antara informasi yang dibawa DNA dan ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.
Struktur RNA


Struktur dasar RNA mirip dengan DNA.
RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus gula ribosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N).
Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus gula ribosa dari nukleotida yang lain.
Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil tambahan pada cincin gularibosa(sehingga dinamakan ribosa).
Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timin pada DNA diganti dengan urasil pada RNA.
Jadi tetap ada empat pilihan: adenin, guanin, sitosin, atau urasil untuk suatu nukleotida.
Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya.
Tipe-tipe RNA

RNA hadir di alam dalam berbagai macam/tipe. Sebagai bahan genetik, RNA berwujud sepasang pita (Inggris double- stranded RNA, dsRNA).
Genetika molekular klasik mengajarkan adanya tiga tipe RNA yang terlibat dalam proses sintesis protein:
RNA kurir (bahasa Inggris: messenger RNA, mRNA),
RNA ribosom (bahasa Inggris: ribosomal RNA, rRNA),
RNA translasi (bahasa Inggris: transfer RNA, tRNA).

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 diketahui bahwa RNA hadir dalam berbagai macam bentuk, hingga sekarang dikenal istilah, di antaranya miRNAdan siRNA.
Fungsi RNA
Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNAdan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.
Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi.
Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang dikenal dengan nama kodon.
Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.
RNA interference

Suatu gejala yang baru ditemukan pada abad ke- 20 adalah adanya mekanisme 'pembungkaman' ("silencing") dalam ekspresi genetik.
Kode genetik yang dibawa RNA tidak ditranslasi menjadi protein oleh tRNA. Ini terjadi karena sebelum sempat ditranslasi, mRNA dicerna/dihancurkan oleh suatu mekanisme yang disebut sebagai "RNA interference". Mekanisme ini melibatkan paling sedikit tiga substansi (enzim?).
Pertama kali ditemukan pada nematoda "Caenorhabditis elegans".
Tapi selanjutnya ditemukan pada hampir semua kelompok organisme hidup

Nukleosida adalah suatu N-glikosida, dimana basa purin atau pirimidin dihubungkan dengan karbon amomerik (C-1) dari gula berupa cincin heterosiklik.
Dalam hal ini terdapat dua jenis nukleosida, yaitu ribo nukelosida dan deoksiribonukelosida.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa nukleosida merupakan nukleotida tanpa gugus fosfat.

kehidupan organisme

ASAM NUKLEAT
Kehidupan ORGANISME
kehidupan
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
FUNGSI ASAM NUKLEAT
KOMPONEN NUKLEOTIDA
CARA KIMIA
asam nukleat merupakan dasar untuk memahami genetik biokimia. Asam nukleat adalah makromolekul dengan massa molekul sangat tinggi yang fungsinya untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik. Terdapat dua jenis asam nukleat, yaitu asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitiplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
.
. Sifat Fisika dan Kimia : ASAM NUKLEAT.
.
1, Karena memiliki banyak gugus polar, nukleosida bersifat larut
dalam air.

2. Gugus fosfat Nukleotida dapat terionisasi, dan dapat melepaskan
proton (terprotonasi) sehingga bersifat asam, karenanya disebut
asam nukelat.
3. Gugus amina pada purin ataupun pirimidinnya dapat
terprotonasi
4. Basanya dapat mengalami tautomerisasi
SIFAT KIMIA ASAM NUKLEAT


2 Fungsi Asam Nukleat Asam Nukleat berfungsi antara lain :
a. Sebagai faktor genetika
b. KO-enzim
c. Pembawa energi
d. Pengantar biosintesis protein


.3 Jenis Asam Nukleat : DNA & RNA



asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitoplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
Terdapat perbedaan struktur yang penting antara asam nukleat DNA dan RNA.
Setiap nukleotida RNA mengandung suatu gugus –OH pada atom C2 cincin furanosa.
Pada DNA tidak ada, basa nitrogen yang digunakan juga berbeda.
DNA mengandung dua purin: adenin (A) dan guanin (G) dan dua pirimidin: sitosin (S) dan timin (T).
Pada RNA mengandung pirimidin: urasil (U) pengganti timin (T), dan sejumlah nukleotida lain. Namun demikian, bukti menyarankan bahwa nukleotida tambahan ini dibentuk melalui modifikasi adenin, guanin, sitosin, atau urasil setelah polimer RNA

Perbedaan RNA dan DNA
rumusan
Urasil (U)

Pengertian
Asam deoksiribosanukleat (Ing. deoxyribosenucleic acid) atau lebih dikenal dengan singkatan DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.
Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.
kecuali beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) semisal HIV (Human Immunodeficiency Virus).
DNA adalah sebuah molekul raksasa yang tersembunyi di dalam inti setiap sel hidup.
Semua ciri fisik makhluk hidup dikodekan dalam molekul berbentuk rantai heliks ini.
Semua informasi tentang tubuh kita, dari warna mata hingga struktur organ-organ dalam, juga bentuk serta fungsi sel-sel kita, terkodekan dalam bagian yang disebut gen dalam DNA.
Sejarah DNA
DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel.
penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel.
DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.
Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik.
Dalam penelitian oleh Avery dan rekan- rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal mentranform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh. Eksperimen Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan perunut (radioactive tracers).
Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar-x DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.

Struktur
Sebelum Watson dan Crick, DNA sudah diketahui sebagai polimer yang terdiri dari tiga komponen utama: fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen.
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida.
Struktur Kimia DNA dapat digambarkan seperti diagram di bawah ini:

RNA
RNA Asam ribonukleat (bahasa Inggris:ribonucleic acid, RNA) senyawa yang merupakan bahan genetik, dan peran utama dalam ekspresi genetik.
Dalam dogma pokok(central dogma) genetika molekular, RNA menjadi perantara antara informasi yang dibawa DNA dan ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.
Struktur RNA


Struktur dasar RNA mirip dengan DNA.
RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus gula ribosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N).
Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus gula ribosa dari nukleotida yang lain.
Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil tambahan pada cincin gularibosa(sehingga dinamakan ribosa).
Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timin pada DNA diganti dengan urasil pada RNA.
Jadi tetap ada empat pilihan: adenin, guanin, sitosin, atau urasil untuk suatu nukleotida.
Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya.
Tipe-tipe RNA

RNA hadir di alam dalam berbagai macam/tipe. Sebagai bahan genetik, RNA berwujud sepasang pita (Inggris double- stranded RNA, dsRNA).
Genetika molekular klasik mengajarkan adanya tiga tipe RNA yang terlibat dalam proses sintesis protein:
RNA kurir (bahasa Inggris: messenger RNA, mRNA),
RNA ribosom (bahasa Inggris: ribosomal RNA, rRNA),
RNA translasi (bahasa Inggris: transfer RNA, tRNA).

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 diketahui bahwa RNA hadir dalam berbagai macam bentuk, hingga sekarang dikenal istilah, di antaranya miRNAdan siRNA.
Fungsi RNA
Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNAdan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.
Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi.
Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang dikenal dengan nama kodon.
Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.
RNA interference

Suatu gejala yang baru ditemukan pada abad ke- 20 adalah adanya mekanisme 'pembungkaman' ("silencing") dalam ekspresi genetik.
Kode genetik yang dibawa RNA tidak ditranslasi menjadi protein oleh tRNA. Ini terjadi karena sebelum sempat ditranslasi, mRNA dicerna/dihancurkan oleh suatu mekanisme yang disebut sebagai "RNA interference". Mekanisme ini melibatkan paling sedikit tiga substansi (enzim?).
Pertama kali ditemukan pada nematoda "Caenorhabditis elegans".
Tapi selanjutnya ditemukan pada hampir semua kelompok organisme hidup

Nukleosida adalah suatu N-glikosida, dimana basa purin atau pirimidin dihubungkan dengan karbon amomerik (C-1) dari gula berupa cincin heterosiklik.
Dalam hal ini terdapat dua jenis nukleosida, yaitu ribo nukelosida dan deoksiribonukelosida.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa nukleosida merupakan nukleotida tanpa gugus fosfat.

Friday, January 15, 2010

devinisi belajar



Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143).
dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.


Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.
Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur.

Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.


Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.

Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.

Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima - hadiah atau hukuman - sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun.

Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

materi agama

Pengertian agama

Al-Qur’an menggunakan istilah ad-Din untuk agama. Hal ini dinyatakan Allah melalui firman-Nya dalam surat Ali Imran (3): 19:
أِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الاِسلآمَ
Artinya: Sesungguhnya agama yang benar di sisi (diridhai) Allah adalah Islam.
Islam, berasal dari kata Aslama (tunduk, berserah diri), saliim (suci), salaam (selamat), dan al-Istislaam (lapang).
Jadi orang Islam adalah orang yang tunduk berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan ikhlas untuk mencapai keselamatan, kedamaian, dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Macam-Macam agama
Agama di dunia secara teoritis dibagi menjadi dua yaitu: agama samawi dan agama ardhi.
Agama samawi adalah agama yang bersumber dari wahyu Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya.
Agama ardhi (budaya) adalah agama yang bersumber dari hasil pemikiran manusia.
Ciri-ciri agama samawi
Bersumber dari wahyu Allah.
Dapat ditentukan secara pasti lahirnya (turunnya wahyu).
Ada Rasul yang menerima wahyu (bukan membuat sendiri)
Ada kitab sucinya (bukan buatan manusia)
Ajarannya tetap. Yang berubah tafsirnya
Tuhannya monoteisme mutlak (tauhid)
Kebenarannya Universal (berlaku untuk semua manusia sepanjang masa).
Ciri agama budaya (ardhi)
Berasal dari pemikiran manusia (tumbuh secara komulatif dalam masyarakat)
Tidak memiliki nabi dan rasul.
Tidak ada kitabnya (jika ada, pasti ada perbedaan antara kitab yang satu dg lainnya.
Ajarannya selalu berubah sesuai dengan keadaan masyarakat dan pikiran yang ada
Tuhanya animisme, dinamisme, politeisme, atau monoteisme nisbi.
Kebenaran ajaran relatif.

Jadi Islam adalah satu-satunya agama samawi yang masih asli sebab: Memenuhi semua persyaratan yang ada, sedang yang lain (Nasrani dan Yahudi) sudah tidak murni.
Oleh karena itu, kita harus yakin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Agama yang akan mengantarkan semua pengikutnya mencapai kebahagian dunia dan akhirat
Konsekwensinya kita harus menjalankan semua perintahnya dan meninggalkan larangannya serta mewariskan Islam kepada anak-anak kita
Ruang Lingkup Ajaran Islam
Isi ajaran Islam mencakup tiga persoalan utama yaitu:
Akidah: keyakinan atau keimanan kepada Allah Swt. beserta semua sifat dan kekua-saannya. (Hal ini tergambar dalam rukun iman)
Syari’ah: aturan Allah Swt. Yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah) dan hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta (muamalah).
Akhlak: sifat, sikap, dan perilaku yang harus dimiliki seseorang sebagai realisasi dari akidah dan syari’ah.

Ketiga aspek ajaran Islam itu menyatu dari diri seorang Muslim sebagai satu kesatuan yang utuh.
Akidah akan mendorong setiap Muslim melakukan segala perintah Allah Swt dan meninggalkan larangan-Nya (Syar’ah). Selanjutnya keadaan tersebut secara otomatis akan melahirkan sifat, sikap, perilaku, dan kepribadian (akhlak) yang terpuji pada setiap Muslim
Kedudukan Islam
Agama terakhir untuk seluruh manusia, sedang agama lain hanya untuk kelompoknya.
Mendatangkan perdamaian dengan mengajarkan persudaran antar pemeluk agama.
Menghimpun kebenaran yang ada pada agama sebelumnya.
Membetulkan kesalahan yang dibuat oleh pengikut agama yang lain.
Mengajarkan kebenaran yang abadi.
Memenuhi semua kebutuhan rokhani manusia.
Peran Islam dalam Kehidupan
Menentramkan batin (al-Baqarah (2): 112)
Sebagai landasan peradaban. Islam mendorong manusia untuk meningkatkan ilmu dan amalnya (kreastivitasnya).
Sebagai kekuatan pemersatu (melihat orang karena ketaqwaannya, bukan kekayaan, warna kulit, dan keturunannya.
Sebagai kekuatan rokhani yang menggerakkan manusia menjauhi kebodohan, kesesatan, kemaksiyatan, ketahayulan, dllnya.
Menjawab semua problem kehidupan.
Akidah
Secara bahasa berasal dari kata aqoda- ya’qidu-’uqdatan-’aqidatan yang berarti:
1. Ikatan (ar-Rabtu) yang mengikat keyakinan setiap mukmin dari berbagai kepercayaan yang merusak (khurafat) dan tidak masuk akal (takhayul)
2. Keyakinan yang mantap (al-Jazmu) kepada Allah Swt. beserta semua sifat-sifat-Nya.
3. Janji (al-’Ahdu)untuk membela kebenaran dan menegakkan hukum Allah Swt.

Secara istilah: Akidah adalah sesuatu yang dibenarkan dalam jiwa, hatinya merasa tenang karenanya, menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya, dan tidak ada keraguan sedikitpun.
Sumber akidah Islam:
1. Al-Qur’an
2. As-Sunah (al-Hadits)
3. Al-Ijma (kesepakatan para ulama).
Ruang Lingkup Akidah
Ilahiyat: membahas segala yg berhubungan dg Allah, Spt: Nama dan sifat Allah.
Nubuwat: membicarakan segala yg berhubungan dg Nabi dan rasul, termasuk kitab Allah dan Mukjizat.
Rukhaniyah: Membahas segala yang berhubungan dg alam metafisik, seperti; Malaikat, ruh, jin, iblis dllnya

4. Sam’iyat, yaitu membahas segala sesuatu yg hanya bisa diketahui lewat dalil al-Qur’an dan al-Hadits (Naqly). Seperti; alam kubur, alam akhirat, surga, neraka dll.

Pilar dari akidah adalah: Rukun Iman.

Tauhid
Tauhid adalah ajaran semua nabi. Sejak Nabi Adam As. sampai dengan Nabi Muhammad Saw.
Rumusan kalimat tauhid ada dalam Syahadat:لآاله الا الله (tidak ada Tuhan selain Allah)

Macam-macam Tauhid
Rububiyah: Allah adalah Tuhan yang Maha Mencipta dan Memelihara semua yang ada di alam semesta.
Mulkiyah: Allah Tuhan yang Maha Memiliki dan Menguasai alam semesta. Maka Dia disebut dengan Rab al ‘alamin
Uluhiyah: Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus dipatuhi, diagungkan, dan dimuliakan.
Ubudiyah: Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus dipuja dan disembah. Tempat manusia menghambakan diri.
Konsekwensi dari Iman
Mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya di atas segalanya termasuk dirinya sendiri.
Menaati semua yang datang dari Allah Swt. dan Rasul-Nya tanpa merasa berat.
Ridha terhadap semua yang datang dari Allah Swt. dan rasul-Nya.
Takut hanya kepada Allah Swt.
Berhukum dengan syari’at Allah Swt.
Selalu beramal shaleh, meninggalkan ma’siyat, dan berjihad menegakkan kebenaran.
Selalu berusah meningkatkan iman dengan meningkatkan taqwa kepada Allah.
Tanda Mencintai Allah
Banyak mengingat Allah swt.
Terpesona kepada ciptaan-Nya.
Rida maksudnya dengan rela mengikuti kehendak yang dicintainya.
Berkorban (tenaga, harta, fikiran, dan jiwa)
Takut (jika tidak diterima cintanya).
Penuh harap.
Patuh
Peringkat cinta
Pertama; Cinta yang tertinggi hanya kepada Allah Swt.
Kedua; Cinta kepada Rasulullah Saw dan Islam.
Ketiga; Cinta kepada yang beriman (sesama muslim)-lahir persaudaran Islam
Keempat; kepada umat manusia secara umum.
Cinta yang bersifat sementara tidak masuk dalam hati yaitu cinta kepada materi (harta, tahta, dan wanita)

Buah dari Iman
Membebaskan jiwa dari perbudakan (manusia, harta, dan makhluk yang lain).
Tidak takut mati.
Berani membela dan menegakkan kebenaran.
Hidupnya tenang lahir batin dan tidak medhalimi diri sendiri serta orang lain.
Tenang karena tujuan hidupnya jelas yaitu keridhaan Allah swt. dan yakin akan petunjuk, perlindungan serta pertolongan-Nya
Syirik
Pengertiannya: Menyekutukan Allah.
Hukumnya : Dosa besar. Satu-satunya cara agar diampuni adalah tobat nasucha.
Macam-macamnya:
Menyembah berhala dan benda-benda.
Percaya pada benda dapat membawa kemalangan dan keberuntungan
Memberikan sesaji
Menyembah Allah melalui perantara.
Menyatakan bahwa Allah punya anak.

Syari’ah
Secara bahasa: Berarti jalan (al-Maidah (5): 48)
Secara istilah: Berarti hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt.,manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta (makhluk yang lain).
Hubungan antara akidah dan syari’ah adalah sebagaimana hubungan antara iman dan amal. Syariah merupakan manifestasi dari akidah.
Perbedaannya: Akidah semua nabi sama. Sedang Syari’ahnya ada perbedaan.
Prinsip-prinsip Syari’ah Islam
Selalu seuai dengan fitrah manusia. Contoh “menikah” dan “menutup aurat”
Dapat dilaksanakan dalam segala kondisi Contoh: Shalat, bersuci, dllnya.
Sesuai dengan kemampuan manusia dengan tujuan untuk kemaslahatan. Contoh: hal yang haram sangat sedikit yang halal sangat banyak.
Penetapannya bertahap.
Diberlakukan secara universal dan adil. Tidak membedakan kekuasaan, kekayaan, dllnya.