Wednesday, January 27, 2010

kehidupan organisme

ASAM NUKLEAT
Kehidupan ORGANISME
kehidupan
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
FUNGSI ASAM NUKLEAT
KOMPONEN NUKLEOTIDA
CARA KIMIA
asam nukleat merupakan dasar untuk memahami genetik biokimia. Asam nukleat adalah makromolekul dengan massa molekul sangat tinggi yang fungsinya untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik. Terdapat dua jenis asam nukleat, yaitu asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitiplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
.
. Sifat Fisika dan Kimia : ASAM NUKLEAT.
.
1, Karena memiliki banyak gugus polar, nukleosida bersifat larut
dalam air.

2. Gugus fosfat Nukleotida dapat terionisasi, dan dapat melepaskan
proton (terprotonasi) sehingga bersifat asam, karenanya disebut
asam nukelat.
3. Gugus amina pada purin ataupun pirimidinnya dapat
terprotonasi
4. Basanya dapat mengalami tautomerisasi
SIFAT KIMIA ASAM NUKLEAT


2 Fungsi Asam Nukleat Asam Nukleat berfungsi antara lain :
a. Sebagai faktor genetika
b. KO-enzim
c. Pembawa energi
d. Pengantar biosintesis protein


.3 Jenis Asam Nukleat : DNA & RNA



asam ribonukleat (RNA) yang berlokasi terutama dalam sitoplasma, dan asam deoksiribonukleat (DNA) yang terpusat dalam inti sel.
Terdapat perbedaan struktur yang penting antara asam nukleat DNA dan RNA.
Setiap nukleotida RNA mengandung suatu gugus –OH pada atom C2 cincin furanosa.
Pada DNA tidak ada, basa nitrogen yang digunakan juga berbeda.
DNA mengandung dua purin: adenin (A) dan guanin (G) dan dua pirimidin: sitosin (S) dan timin (T).
Pada RNA mengandung pirimidin: urasil (U) pengganti timin (T), dan sejumlah nukleotida lain. Namun demikian, bukti menyarankan bahwa nukleotida tambahan ini dibentuk melalui modifikasi adenin, guanin, sitosin, atau urasil setelah polimer RNA

Perbedaan RNA dan DNA
rumusan
Urasil (U)

Pengertian
Asam deoksiribosanukleat (Ing. deoxyribosenucleic acid) atau lebih dikenal dengan singkatan DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme.
Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.
kecuali beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) semisal HIV (Human Immunodeficiency Virus).
DNA adalah sebuah molekul raksasa yang tersembunyi di dalam inti setiap sel hidup.
Semua ciri fisik makhluk hidup dikodekan dalam molekul berbentuk rantai heliks ini.
Semua informasi tentang tubuh kita, dari warna mata hingga struktur organ-organ dalam, juga bentuk serta fungsi sel-sel kita, terkodekan dalam bagian yang disebut gen dalam DNA.
Sejarah DNA
DNA pertama kali berhasil dimurnikan pada tahun 1868 oleh ilmuwan Swiss Friedrich Miescher, yang menamainya nuclein berdasarkan lokasinya di dalam inti sel.
penelitian terhadap peranan DNA di dalam sel baru dimulai pada awal abad 20, bersamaan dengan ditemukannya postulat genetika Mendel.
DNA dan protein dianggap dua molekul yang paling memungkinkan sebagai pembawa sifat genetis berdasarkan teori tersebut.
Dua eksperimen pada dekade 40-an membuktikan fungsi DNA sebagai materi genetik.
Dalam penelitian oleh Avery dan rekan- rekannya, ekstrak dari sel bakteri yang satu gagal mentranform sel bakteri lainnya kecuali jika DNA dalam ekstrak dibiarkan utuh. Eksperimen Hershey dan Chase membuktikan hal yang sama dengan menggunakan perunut (radioactive tracers).
Misteri yang belum terpecahkan ketika itu adalah: bagaimanakah struktur DNA sehingga ia mampu bertugas sebagai materi genetik? Persoalan ini dijawab oleh Francis Crick dan koleganya James Watson berdasarkan hasil difraksi sinar-x DNA oleh Maurice Wilkins dan Rosalind Franklin. Crick, Watson, dan Wilkins mendapatkan hadiah Nobel Kedokteran pada 1962 atas penemuan ini. Franklin, karena sudah wafat pada waktu itu, tidak dapat dianugerahi hadiah ini.

Struktur
Sebelum Watson dan Crick, DNA sudah diketahui sebagai polimer yang terdiri dari tiga komponen utama: fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen.
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut dinamakan nukleotida.
Struktur Kimia DNA dapat digambarkan seperti diagram di bawah ini:

RNA
RNA Asam ribonukleat (bahasa Inggris:ribonucleic acid, RNA) senyawa yang merupakan bahan genetik, dan peran utama dalam ekspresi genetik.
Dalam dogma pokok(central dogma) genetika molekular, RNA menjadi perantara antara informasi yang dibawa DNA dan ekspresi fenotipik yang diwujudkan dalam bentuk protein.
Struktur RNA


Struktur dasar RNA mirip dengan DNA.
RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus gula ribosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N).
Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus gula ribosa dari nukleotida yang lain.
Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil tambahan pada cincin gularibosa(sehingga dinamakan ribosa).
Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timin pada DNA diganti dengan urasil pada RNA.
Jadi tetap ada empat pilihan: adenin, guanin, sitosin, atau urasil untuk suatu nukleotida.
Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya.
Tipe-tipe RNA

RNA hadir di alam dalam berbagai macam/tipe. Sebagai bahan genetik, RNA berwujud sepasang pita (Inggris double- stranded RNA, dsRNA).
Genetika molekular klasik mengajarkan adanya tiga tipe RNA yang terlibat dalam proses sintesis protein:
RNA kurir (bahasa Inggris: messenger RNA, mRNA),
RNA ribosom (bahasa Inggris: ribosomal RNA, rRNA),
RNA translasi (bahasa Inggris: transfer RNA, tRNA).

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 diketahui bahwa RNA hadir dalam berbagai macam bentuk, hingga sekarang dikenal istilah, di antaranya miRNAdan siRNA.
Fungsi RNA
Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Peran penting RNA terletak pada fungsinya sebagai perantara antara DNAdan protein dalam proses ekspresi genetik karena ini berlaku untuk semua organisme hidup.
Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam proses transkripsi.
Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk 'triplet', tiga urutan basa N, yang dikenal dengan nama kodon.
Setiap kodon berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.
RNA interference

Suatu gejala yang baru ditemukan pada abad ke- 20 adalah adanya mekanisme 'pembungkaman' ("silencing") dalam ekspresi genetik.
Kode genetik yang dibawa RNA tidak ditranslasi menjadi protein oleh tRNA. Ini terjadi karena sebelum sempat ditranslasi, mRNA dicerna/dihancurkan oleh suatu mekanisme yang disebut sebagai "RNA interference". Mekanisme ini melibatkan paling sedikit tiga substansi (enzim?).
Pertama kali ditemukan pada nematoda "Caenorhabditis elegans".
Tapi selanjutnya ditemukan pada hampir semua kelompok organisme hidup

Nukleosida adalah suatu N-glikosida, dimana basa purin atau pirimidin dihubungkan dengan karbon amomerik (C-1) dari gula berupa cincin heterosiklik.
Dalam hal ini terdapat dua jenis nukleosida, yaitu ribo nukelosida dan deoksiribonukelosida.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa nukleosida merupakan nukleotida tanpa gugus fosfat.

No comments:

Post a Comment