MATHEMATICS EXPRESSIONS HOW TO READ IN ENGLISH
EKSPRESI MATEMATIKA CARA MEMBACA DALAM BAHASA INGGRIS
3 + 2 = 5 : three plus two is equal to five
7 – 6 = 1 : seven minus six is equal to one
9 x 8 = 72 : nine times eight is equal to seventy two
8 : 2 = 4 : eight divided by two is equal to four
52 : square of five/five to the second power
53 : cube of five/five to the third power
54 : five to the fourth power
: square root of seven
: cube root of seven
: fifth root of seven
–6 : negative six
5 > 2 : five is greater than two
2 < 5 : two is less than five
a ≥ b : a is greater than or equal to b
b ≤ a : b is less than or equal to a
a ≠ b : a is not equal to b
: a half
: a quarter / one fourth
: three quarter / three fourth
: one fifth
: two third
2 : two and one third
23,786 : twenty three thousands seven hundred and eighty six
23.786 : twenty three and seven hundred eighty six thousandths
3 : 5 : three is to five/the ratio of three to five
MULTIPLICATION AND DIVISION
〖 7a〗^3 2a^5 = 〖 7a〗^3 . 2a^5 = 〖 7a〗^3 x 2a^5 = (7x2) x (〖 a〗^3 x a^5)
= 14 x a^(3+5) = 14 x a^8 = 14a^8
Find each product (cari hasilnya) and represent it in the simplest form!(nyatakan dalam bentuk yang paling sederhana)
Example:
8a^4 . 3a
= 8a^4 x 3a (is equal to eight a to the fourth times three a)
= ( 8 x 3 ) x (a^4 x a ) (is equal to eight times three times a to the fourth times a
= 24 x (a^4 x a^1) (is equal to twenty four times a to the fourth times a to the first)
= 24 x a^(4+1) (is equal to twenty four times a to the fourth plus one)
= 24a^5 (is equal to twenty four a to the fifth)
7a . 8
18 a^7 : 6 a^5
7 p x 8 q
X (x + 2/x )
x/y + x
--------
1 + 1/y
1/(a- b) -- 1/(b- a)
x/y + x/y
----------
x^2 + y^2
Friday, May 28, 2010
Sunday, May 23, 2010
DERET
A. Barisan
Barisan bilangan-bilangan adalah himpunan bilangan-bilangan dengan tingkat pengaturan tertentu dan dibentuk menurut sebuah aturan tertentu. Bilangan-bilangan dari barisan disebut suku.
B. Deret Hitung
Deret hitung adalah barisan bilangan yang setiap bilangannya setelah suku pertama diperoleh dengan menambahkan bilangan sebelumnya dengan sebuah bilangan konstan yang disebut beda.
Contoh : 3, 7, 11, 15, …
Contoh di atas merupakan sebuah deret hitung sebab tiap-tiap sukunya diperoleh dengan menambah 4 terhadap bilangan sebelumnya. Dalam deret hitung 50, 45, 40, … beda = 45 - 50 = -5
Rumus deret hitung
1. Suku ke n atau suku terakhir :
2. Jumlah n suku pertama :
Bukti :
atau
……….Persamaan 1
Persamaan ini dapat pula ditulis sebagai berikut:
……….Persamaan 2
Dengan menjumlahkan persamaan 1 dan persamaan 2 akan kita dapatkan:
n suku
Oleh karena , maka Sn dapat juga dinyatakan sebagai berikut.
Rumus jumlah n suku pertama deret aritmatika adalah
atau
Dengan Sn = jummlah n suku
n = banyaknya suku
a = suku pertama
b = beda
Un = suku ke-n
Contoh:
Diketahui sebuah deret hitung 3, 7, 11, … dengan a = 3, b = 7 – 3 = 4,
Jumlah 6 suku pertama adalah:
C. Deret Geometri
Deret geometri adalah barisan bilangan-bilangan yang setiap bilangannya diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan konstanta yang disebut rasio.
Contoh:
a. 5, 10, 20, 40, …
Contoh di atas merupakan deret geometri yang setipa bilangannya diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan 2.
b. 9, -3, 1,
Rasionya adalah
Rumus untuk deret geometri
1. Suku ke-n atau suku terakhir
2. Jumlah n suku pertama
Bukti :
atau
Dengan mengalikan kedua ruas persamaan 1 dengan r, didapatkan persamaan 2 berikut
Sekarang kurangkan persamaan 2 dengan persamaan 1.
Dengan Sn = jummlah n suku
n = banyaknya suku
a = suku pertama
r = rasio
Un = suku ke-n
Contoh:
Diketahui sebuah deret geometri 5, 10, 20, …a = 5, r = 2, .
Jumlah tujuh suku pertama = = 635
D. Deret Geometri Tak Hingga
Deret geometri tak hingga adalah deret geometri dengan banyaknya suku tak berhingga dengan .
Rumus untuk jumlah suku deret geometri tak hingga adalah
dengan
Karena maka -1 < r < 1 sehingga diperoleh rn menuju 0
Akibatnya
Contoh:
Diketahui deret geometri tak hingga dengan a = 1, r = .
Jumlah banyak suku sampai tak hingga adalah
E. Deret Harmonis
Deret harmonis adalah barisan-bilangan- bilangan yang kebalikannya membentuk sebuah deret hitung.
Contoh:
adalah sebuah deret harmonis sebab adalah sebuah deret hitung.
F. Rata-rata
Suku-suku antara dua suku yang diberikan disebut rata-rata antara dua suku tersebut.
Dalam deret geometri 2,-4, 8, -16, … dua rata-rata geometri antara 2 dan -16 adalah -4 dan 8.
Dalam deret harmonis rata-rata antara dan adalah
Latihan
A. Deret Hitung
1. Carilah suku ke 40 dan jumlah 40 suku pertama dari deret hitung 10, 8, 6, …
2. Hitung jumlah 100 bilangan bulat positif pertama yang habis dibagi 7
3. Sebuah deret hitung mempunyai suku pertama 4 dan suku terakhir 34. Apabila jumlah suku-sukunya 247 carilah banyaknya suku dan bedanya!
4. Carilah tiga bilangan dalam deret hitung sedemikian rupa sehingga jumlah suku pertama dan ketiga adalah 12 dan hasil kali suku pertama dan kedua adalah 24!
5. Carilah tiga bilangan dalam deret hitung yang jumlahnya 48 dan jumlah kuadratnya 800!
6. Tiga bilangan membentuk perbandingan 2:5:7. Apabila 7 dikurangkan dari bilangan kedua maka bilangannya membentuk sebuah deret hitung. Tentukan ketiga bilangan semula!
7. Sebuah tempat meluncur dengan tanjakan yang rata dibangun di atas permukaan yang rata dan mempunyai 10 tiang penyanggah yang jaraknya sama satu dengan lainnya. Tinggi penyanggah yang tertinggi adalah kaki dan terpendek 2 kaki. Tentukan tinggi setiap penyanggah yang diperlukan!
8. Tentukan rata-rata hitung antara dan !
9. Sisipkan 4 rata-rata hitung antara 9 dan 24!
B. Deret Geometri
1. Carilah suku ke 8 dan jumlah 8 suku pertama dari deret 4, 8, 16, …
Suku kedua dari sebuah deret geomatri adalah 3 dan suku kelimanya adalah , carilah suku ke delapan!
2. Carilah tiga bilangan yang dapat membentuk deret geometri dengan jumlah 26 dan perkaliannyaadalah 216!
3. Dua suku pertama dari deret geometri adalah dan . Tunjukkan bahwa jumlah n suku dari deret ini diberikan dengan rumus
4. Carilah jumlah n suku pertama dari deret geometri
5. Sisipkan dua rata-rata geometri antara 3 dan 192!
6. Rata-rata geometri dari dua bilangan adalah 8. Apabila salah satu bilangannya adalah 6 carilah bilangan lainnnya!
C. Deret Geometri Tak Hingga
1. Carilah jumlah deret geometri tak hingga berikut!
2. Nyatakan setiap decimal berikut sebagai sebuah pecahan!
a. 0,444…
b. 0,4272727…
3. Jumlah dua suku pertama dari deret geometri menurun adalah dan jumlah sampai tak hingga adalah . Tulis tiga suku pertama dari deret geometri tersebut!
D. Deret Harmonis
1. Hitunglah suku ke 15 dari deret harmonis
2. Tentukan rata-rata harmonis antara dan !
3. Sisipkan empat rata-rata harmonis antara dan !
4. Sisipkan empat rata-rata harmonis antara dan !
Barisan bilangan-bilangan adalah himpunan bilangan-bilangan dengan tingkat pengaturan tertentu dan dibentuk menurut sebuah aturan tertentu. Bilangan-bilangan dari barisan disebut suku.
B. Deret Hitung
Deret hitung adalah barisan bilangan yang setiap bilangannya setelah suku pertama diperoleh dengan menambahkan bilangan sebelumnya dengan sebuah bilangan konstan yang disebut beda.
Contoh : 3, 7, 11, 15, …
Contoh di atas merupakan sebuah deret hitung sebab tiap-tiap sukunya diperoleh dengan menambah 4 terhadap bilangan sebelumnya. Dalam deret hitung 50, 45, 40, … beda = 45 - 50 = -5
Rumus deret hitung
1. Suku ke n atau suku terakhir :
2. Jumlah n suku pertama :
Bukti :
atau
……….Persamaan 1
Persamaan ini dapat pula ditulis sebagai berikut:
……….Persamaan 2
Dengan menjumlahkan persamaan 1 dan persamaan 2 akan kita dapatkan:
n suku
Oleh karena , maka Sn dapat juga dinyatakan sebagai berikut.
Rumus jumlah n suku pertama deret aritmatika adalah
atau
Dengan Sn = jummlah n suku
n = banyaknya suku
a = suku pertama
b = beda
Un = suku ke-n
Contoh:
Diketahui sebuah deret hitung 3, 7, 11, … dengan a = 3, b = 7 – 3 = 4,
Jumlah 6 suku pertama adalah:
C. Deret Geometri
Deret geometri adalah barisan bilangan-bilangan yang setiap bilangannya diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan konstanta yang disebut rasio.
Contoh:
a. 5, 10, 20, 40, …
Contoh di atas merupakan deret geometri yang setipa bilangannya diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan 2.
b. 9, -3, 1,
Rasionya adalah
Rumus untuk deret geometri
1. Suku ke-n atau suku terakhir
2. Jumlah n suku pertama
Bukti :
atau
Dengan mengalikan kedua ruas persamaan 1 dengan r, didapatkan persamaan 2 berikut
Sekarang kurangkan persamaan 2 dengan persamaan 1.
Dengan Sn = jummlah n suku
n = banyaknya suku
a = suku pertama
r = rasio
Un = suku ke-n
Contoh:
Diketahui sebuah deret geometri 5, 10, 20, …a = 5, r = 2, .
Jumlah tujuh suku pertama = = 635
D. Deret Geometri Tak Hingga
Deret geometri tak hingga adalah deret geometri dengan banyaknya suku tak berhingga dengan .
Rumus untuk jumlah suku deret geometri tak hingga adalah
dengan
Karena maka -1 < r < 1 sehingga diperoleh rn menuju 0
Akibatnya
Contoh:
Diketahui deret geometri tak hingga dengan a = 1, r = .
Jumlah banyak suku sampai tak hingga adalah
E. Deret Harmonis
Deret harmonis adalah barisan-bilangan- bilangan yang kebalikannya membentuk sebuah deret hitung.
Contoh:
adalah sebuah deret harmonis sebab adalah sebuah deret hitung.
F. Rata-rata
Suku-suku antara dua suku yang diberikan disebut rata-rata antara dua suku tersebut.
Dalam deret geometri 2,-4, 8, -16, … dua rata-rata geometri antara 2 dan -16 adalah -4 dan 8.
Dalam deret harmonis rata-rata antara dan adalah
Latihan
A. Deret Hitung
1. Carilah suku ke 40 dan jumlah 40 suku pertama dari deret hitung 10, 8, 6, …
2. Hitung jumlah 100 bilangan bulat positif pertama yang habis dibagi 7
3. Sebuah deret hitung mempunyai suku pertama 4 dan suku terakhir 34. Apabila jumlah suku-sukunya 247 carilah banyaknya suku dan bedanya!
4. Carilah tiga bilangan dalam deret hitung sedemikian rupa sehingga jumlah suku pertama dan ketiga adalah 12 dan hasil kali suku pertama dan kedua adalah 24!
5. Carilah tiga bilangan dalam deret hitung yang jumlahnya 48 dan jumlah kuadratnya 800!
6. Tiga bilangan membentuk perbandingan 2:5:7. Apabila 7 dikurangkan dari bilangan kedua maka bilangannya membentuk sebuah deret hitung. Tentukan ketiga bilangan semula!
7. Sebuah tempat meluncur dengan tanjakan yang rata dibangun di atas permukaan yang rata dan mempunyai 10 tiang penyanggah yang jaraknya sama satu dengan lainnya. Tinggi penyanggah yang tertinggi adalah kaki dan terpendek 2 kaki. Tentukan tinggi setiap penyanggah yang diperlukan!
8. Tentukan rata-rata hitung antara dan !
9. Sisipkan 4 rata-rata hitung antara 9 dan 24!
B. Deret Geometri
1. Carilah suku ke 8 dan jumlah 8 suku pertama dari deret 4, 8, 16, …
Suku kedua dari sebuah deret geomatri adalah 3 dan suku kelimanya adalah , carilah suku ke delapan!
2. Carilah tiga bilangan yang dapat membentuk deret geometri dengan jumlah 26 dan perkaliannyaadalah 216!
3. Dua suku pertama dari deret geometri adalah dan . Tunjukkan bahwa jumlah n suku dari deret ini diberikan dengan rumus
4. Carilah jumlah n suku pertama dari deret geometri
5. Sisipkan dua rata-rata geometri antara 3 dan 192!
6. Rata-rata geometri dari dua bilangan adalah 8. Apabila salah satu bilangannya adalah 6 carilah bilangan lainnnya!
C. Deret Geometri Tak Hingga
1. Carilah jumlah deret geometri tak hingga berikut!
2. Nyatakan setiap decimal berikut sebagai sebuah pecahan!
a. 0,444…
b. 0,4272727…
3. Jumlah dua suku pertama dari deret geometri menurun adalah dan jumlah sampai tak hingga adalah . Tulis tiga suku pertama dari deret geometri tersebut!
D. Deret Harmonis
1. Hitunglah suku ke 15 dari deret harmonis
2. Tentukan rata-rata harmonis antara dan !
3. Sisipkan empat rata-rata harmonis antara dan !
4. Sisipkan empat rata-rata harmonis antara dan !
Set Notation
We can define the word square as “ a rectangle with all sides equal “, using the previously understood words “rectangle”, ”side”, and “ equal”. Such definitions are not always possible in mathematics, for example, how might we define the word point? The Greek geometry Euclid defined a point as “that which has no part”, a definition so meaningless and vague as to be unacceptable to the modern mathematician. Such words as “point” and “line” undefined basic words, which are used to define other words, but are not defined themselves. Set is also such undefined word. But sets are familiar; we speak of sets of furniture, collection of stamps, herd of cattle, classes of students, and so on.
A set, informally, is a collection of things. The "things" in the set are called the "elements", and are listed inside curly braces. For instance, if I were to list the elements of "the set of things on my bed when I wrote this lesson", the set would look like this:
{Pillow, blanket, a doll, guitar}
Sets are usually named using capital letters. This isn't a rule, as far as I know, but it does seem to be traditional. For example, let's name this set as "A". Then we have:
A = {pillow, blanket, a doll, guitar }
We use a special character to say that something is an element of a set. For instance, to say that "pillow is an element of the set A", we would write the following:
This is pronounced "pillow is an element of A".
The elements of a set can be listed out according to a rule, such as:
{x is a natural number, x < 10}
If you're going to be technical, you can use full "set-builder notation", which looks like this:
This is pronounced as "the set of all x, such that x is an element of the natural numbers and x is less than 10". The vertical bar is usually pronounced as "such that", and it comes between the name of the variable you're using to stand for the elements and the rule that tells you what those elements actually are. This same set, since the elements are few, can also be given by a listing of the elements, like this:
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}
Listing the elements explicitly like this, instead of using a rule, is often called "using the roster method".
Your text may or may not get technical regarding the names of the types of numbers. If it does, these are the symbols to use:
N : the natural numbers
Z : the integers (bilangan bulat/utuh)
Q : the fractions
R : the real numbers
Disjointed Sets
Subsets
Sets can be related to each other. If one set is "inside" another set, it is called a "subset". Suppose A = {1, 2, 3} and B = {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Then A is a subset of B, since everything in A is also in B. This is written as:
That sideways-U thing is the subset symbol, and is pronounced "is a subset of". To show something is not a subset, you draw a slash through the subset symbol, so the following:
...is pronounced as "B is not a subset of A".
For example :
If a set operation is required to produce a set which is either equal to another set or a subset of it, the condition is:
Intersections
If instead of taking everything from the two sets, you're only taking what is common to the two, this is called the "intersection" of the sets, and is indicated with an upside-down U-type character. An intersection operation between two sets produces a result which contains elements which are common to both sets:
These are pronounced as "set G intersect set H equals...", respectively.
Unions
If two sets are being combined, this is called the "union" of the sets, and is indicated by a large U-type character. A union operation between two sets produces a result which contains the members of both sets:
These are pronounced as "set K union set H equals …"
In the above example, the sets have a common element, the number five, but a union can be formed from disjointed sets.
EXERCISE
Say the following items in English, then write its technical method and say it in words as well.
A adalah himpunan bilangan cacah genap yang kurang dari 12’
B adalah himpunan bilangan cacah ganjil yang lebih dari 11dan kurang dari 20.
C adalah himpunan bilangan asli yang lebih dari atau sama dengan 5 dan kurang dari 7
D adalah himpunan bilangan cacah yang kurang dari atau sama dengan 4.
Jika Q= {x | 2 < x < 8, x∈ Bilangan bulat} dan R = himpunan factor dari 20, maka Q ∩ R adalah
A set, informally, is a collection of things. The "things" in the set are called the "elements", and are listed inside curly braces. For instance, if I were to list the elements of "the set of things on my bed when I wrote this lesson", the set would look like this:
{Pillow, blanket, a doll, guitar}
Sets are usually named using capital letters. This isn't a rule, as far as I know, but it does seem to be traditional. For example, let's name this set as "A". Then we have:
A = {pillow, blanket, a doll, guitar }
We use a special character to say that something is an element of a set. For instance, to say that "pillow is an element of the set A", we would write the following:
This is pronounced "pillow is an element of A".
The elements of a set can be listed out according to a rule, such as:
{x is a natural number, x < 10}
If you're going to be technical, you can use full "set-builder notation", which looks like this:
This is pronounced as "the set of all x, such that x is an element of the natural numbers and x is less than 10". The vertical bar is usually pronounced as "such that", and it comes between the name of the variable you're using to stand for the elements and the rule that tells you what those elements actually are. This same set, since the elements are few, can also be given by a listing of the elements, like this:
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}
Listing the elements explicitly like this, instead of using a rule, is often called "using the roster method".
Your text may or may not get technical regarding the names of the types of numbers. If it does, these are the symbols to use:
N : the natural numbers
Z : the integers (bilangan bulat/utuh)
Q : the fractions
R : the real numbers
Disjointed Sets
Subsets
Sets can be related to each other. If one set is "inside" another set, it is called a "subset". Suppose A = {1, 2, 3} and B = {1, 2, 3, 4, 5, 6}. Then A is a subset of B, since everything in A is also in B. This is written as:
That sideways-U thing is the subset symbol, and is pronounced "is a subset of". To show something is not a subset, you draw a slash through the subset symbol, so the following:
...is pronounced as "B is not a subset of A".
For example :
If a set operation is required to produce a set which is either equal to another set or a subset of it, the condition is:
Intersections
If instead of taking everything from the two sets, you're only taking what is common to the two, this is called the "intersection" of the sets, and is indicated with an upside-down U-type character. An intersection operation between two sets produces a result which contains elements which are common to both sets:
These are pronounced as "set G intersect set H equals...", respectively.
Unions
If two sets are being combined, this is called the "union" of the sets, and is indicated by a large U-type character. A union operation between two sets produces a result which contains the members of both sets:
These are pronounced as "set K union set H equals …"
In the above example, the sets have a common element, the number five, but a union can be formed from disjointed sets.
EXERCISE
Say the following items in English, then write its technical method and say it in words as well.
A adalah himpunan bilangan cacah genap yang kurang dari 12’
B adalah himpunan bilangan cacah ganjil yang lebih dari 11dan kurang dari 20.
C adalah himpunan bilangan asli yang lebih dari atau sama dengan 5 dan kurang dari 7
D adalah himpunan bilangan cacah yang kurang dari atau sama dengan 4.
Jika Q= {x | 2 < x < 8, x∈ Bilangan bulat} dan R = himpunan factor dari 20, maka Q ∩ R adalah
YES/NO QUESTION Yes/no questions are the questions that require yes/no reply
Use AUXILIARY to start the question!
S BE DO HAVE MODAL
Pres Past Pres Past Pres Past Pres Past
I
YOU
WE
THEY
HE
SHE
IT AM
ARE
ARE
ARE
IS
IS
IS WAS
WERE
WERE
WERE
WAS
WAS
WAS DO
DO
DO
DO
DOES
DOES
DOES DID
DID
DID
DID
DID
DID
DID HAVE
HAVE
HAVE
HAVE
HAS
HAS
HAS
HAD
HAD
HAD
HAD
HAD
HAD
HAD WILL
CAN
MAY
MUST
WOULD
COULD
MIGHT
--
AUXILIARY
EXAMPLE:
1. ARE YOU HAPPY TODAY?
2. IS JOHN YOUR TEACHER?
3. IS 5,000 AN INTEGER?
4. DO YOU TAKE MATHEMATICS IN UNIKAL?
5. CAN YOU HELP ME SOLVE THIS PROBLEM?
WH-QUESTIONS
1. What + Noun (asking something)
- What color (warna apa)
- What book
- What fruit
- What sport
- What book are you reading?
- What number (nomor berapa)
- What page
- What article
- What series
- What number should I write?
2. Wh + Auxiliary
- What are you reading?
- Where do you live?
- When will you finish your study?
- Which is greater, four times four or four to the fourth?
- What is the price of one basket of rambutans in Pasar Wage?
- What is the product of 23 and 24?
- What is the formula for this problem?
3. How many / how long…
- How many students did you see in this room?
- How many elements are there in the set?
- How many days will the water supply be up?
- How many workers should be added?
- In how many more days will the work be finished?
- How long does the train travel the distance from A to B?
- How long did the twenty men finish the job?
4. How much
- How much profit did you get from selling the fruits?
- How much do you sell the TV?
- How much does it cost?
- How much money should you spend for the TV?
- How much money did the farmer spend for the transport?
REQUEST SENTENCE
1. Positive Request
( To start your request, use verb/ be ……)
a. Determine the percentage of his loss!
b. Calculate the percentage of the profit the farmer gets!
c. Find the solution of this problem!
d. Write the growth rate of the population per year!
e. Complete the following table!
f. Stay tuned
g. Keep clean
h. Be smart!
i. Be patient
2. Negative Request
a. Don’t speak!
b. Don’t stay over there!
c. Don’t be too long!
d. Don’t work over night!
e. Don’t bother!
f. Don’t go anywhere!
EXERCISE
TRANSLATE THE FOLLOWING SENTENCES!
1. Seorang anak membeli seekor kucing dengan harga Rp. 50,000. Kemudian dia menjual kucing itu dengan harga Rp. 40,000. Tentukan prosentase kerugiannya!
2. Pak Suryo membeli sebuah sepeda dengan harga Rp.250,000. Ketika Pak Suryo menjual sepeda itu, dia mendapat untung 20%. Dengan harga berapakah Pak Suryo menjual sepeda tersebut?
3. Duduklah yang manis. Jangan bergerak. Tetap disitu. Jangan kemana-mana. Saya akan datang lima menit lagi.
4. Kamu tahu kenapa saya memanggilmu? Ambil penghapus dan bersihkan papan tulis!
5. Resti, maju kedepan. Nyanyikan sebuah lagu untuk teman-temanmu!
S BE DO HAVE MODAL
Pres Past Pres Past Pres Past Pres Past
I
YOU
WE
THEY
HE
SHE
IT AM
ARE
ARE
ARE
IS
IS
IS WAS
WERE
WERE
WERE
WAS
WAS
WAS DO
DO
DO
DO
DOES
DOES
DOES DID
DID
DID
DID
DID
DID
DID HAVE
HAVE
HAVE
HAVE
HAS
HAS
HAS
HAD
HAD
HAD
HAD
HAD
HAD
HAD WILL
CAN
MAY
MUST
WOULD
COULD
MIGHT
--
AUXILIARY
EXAMPLE:
1. ARE YOU HAPPY TODAY?
2. IS JOHN YOUR TEACHER?
3. IS 5,000 AN INTEGER?
4. DO YOU TAKE MATHEMATICS IN UNIKAL?
5. CAN YOU HELP ME SOLVE THIS PROBLEM?
WH-QUESTIONS
1. What + Noun (asking something)
- What color (warna apa)
- What book
- What fruit
- What sport
- What book are you reading?
- What number (nomor berapa)
- What page
- What article
- What series
- What number should I write?
2. Wh + Auxiliary
- What are you reading?
- Where do you live?
- When will you finish your study?
- Which is greater, four times four or four to the fourth?
- What is the price of one basket of rambutans in Pasar Wage?
- What is the product of 23 and 24?
- What is the formula for this problem?
3. How many / how long…
- How many students did you see in this room?
- How many elements are there in the set?
- How many days will the water supply be up?
- How many workers should be added?
- In how many more days will the work be finished?
- How long does the train travel the distance from A to B?
- How long did the twenty men finish the job?
4. How much
- How much profit did you get from selling the fruits?
- How much do you sell the TV?
- How much does it cost?
- How much money should you spend for the TV?
- How much money did the farmer spend for the transport?
REQUEST SENTENCE
1. Positive Request
( To start your request, use verb/ be ……)
a. Determine the percentage of his loss!
b. Calculate the percentage of the profit the farmer gets!
c. Find the solution of this problem!
d. Write the growth rate of the population per year!
e. Complete the following table!
f. Stay tuned
g. Keep clean
h. Be smart!
i. Be patient
2. Negative Request
a. Don’t speak!
b. Don’t stay over there!
c. Don’t be too long!
d. Don’t work over night!
e. Don’t bother!
f. Don’t go anywhere!
EXERCISE
TRANSLATE THE FOLLOWING SENTENCES!
1. Seorang anak membeli seekor kucing dengan harga Rp. 50,000. Kemudian dia menjual kucing itu dengan harga Rp. 40,000. Tentukan prosentase kerugiannya!
2. Pak Suryo membeli sebuah sepeda dengan harga Rp.250,000. Ketika Pak Suryo menjual sepeda itu, dia mendapat untung 20%. Dengan harga berapakah Pak Suryo menjual sepeda tersebut?
3. Duduklah yang manis. Jangan bergerak. Tetap disitu. Jangan kemana-mana. Saya akan datang lima menit lagi.
4. Kamu tahu kenapa saya memanggilmu? Ambil penghapus dan bersihkan papan tulis!
5. Resti, maju kedepan. Nyanyikan sebuah lagu untuk teman-temanmu!
Wednesday, May 12, 2010
Tuesday, May 11, 2010
pengertian bela negara,5 unsur bela negara,pengertian sishankamrata,sifat-sifat sishankamrata
Pendidikan pendahuluan bela negara(PPBN)
Dalam menyelenggarakan Hankamnas, setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang ditetapkan dan dijamin oleh UUD 1945 dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdiaannya kepada bangsa dan negara.
Salah satu bentuk keikutsertaan rakyat dalam upaya Hankamneg diselenggarakan melalui Pendidikan Pendahuluan BelanegR (PPBN) sebagai bagian tidak terpisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional. Dengan Pendidikan Pendaluan Bela Negara yang dilaksanakan melalui pendidikan disekolah maupun pendidikan diluar sekolah akan dihasilkan warga negara yang cinta tanah air, rela berkorban bagi negara dan bangsa, yakin akan kesaktian Pancasila dan UUD 1945 serta mempunyai kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab. PPBN merupakan proses menuju kepada kualitas manusia yang lebih baik, yakni manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dimasa depan yang dapat menjamin tetap tegaknya identitas dan integritas bangsa dan negara Republik Indonesia.
5 unsur PPBN
Kecintaan kepada tanah air.
Kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia.
Keyakinan akan kesaktian Pancasila.
Rela Berkorban untuk negara
Memberikan kemampuan awal bela negara
Pendidikan pendahuluan bela negara diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela negara serta menegakan hak dan kewajibanwarga negara dalam upaya bela negara.PPBN sebagaimana dimaksudkan diatas wajib diikuti warga negaradan dilaksanakan secara bertahap yaitu :
1. Tahap awal pada pendidikan tingkat dasar samapai dengan menengah dan pendidikan luar sekolah termasuk kepramukaan.
2. Tahap lanutan dalam bentuk pendidikan kewiraan pada tingkat pendidikan tinggi.
Sistem Pertahanan Semesta(SISHANKAMRATA)
Dalam sisitem pertahanan keamanan suatu negara kita mengenal 3 macam rumusan yaiu :
Meniru sistem pertahanan bangsa dan negara lain, ini terjadi pada negara yang kemerdekaannya diperoleh daripemberiaan negara yang pernahmenguasainya, sehingga kurang mencerminkan falsafah, identitas, dan kondisi lingkungan dari bangsa dan negara tersebut.
Pemilihan / penemuan secara kebetulan, ini terjadi kemungkinan mempunyai daya tanggap terhadap setiap kondisi yang mengancam keselamatan dan kelamgsungan hidup bangsa dan negaranya.
budi daya bangsa dan negara berdasarkan falsafah, identitas, kondisi lingkungan dan kemungkinan datangnya ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan), baik yang datang dari dalam maupun luar yang mengancam keselamatan dan kelangsungan hidupnya.
Bagi bangsa indonesia berdasarkan sengan pengalaman sejarah terbentuknya negara lesatuan Republik Indonesia menganut rumusan ketiga yaitu sistem pertahannan keamanan rakyat SEMESTA (SISHANKAMRATA) atau sistem pertahanan PERMESTA
Berdasarkan UUD NO.20 tahun 1982 TTG. Ketentuan – ketentuan pokok pertahanan keamanan negara Indonesia, Sishankanrata merupakan tatanan segenap komponen kekuatan pertahanan keamanan negara yang terdiri atas :
1. komponen dasar rakyat terlatih.
2. komponen utama ABRI beserta cadangan TNI.
3. komponen kusus perlindungan masyarakat, dan
4. komponen pendukung yaitu :
sumberdaya alam
sumberdaya buatan
sarana dan prasarana nasional secara menyeluruh, terpadu dan terarah.
Sifat2 SISHANAKMRATA
1. Kerakyatan, yaitu keikutsertaan seluruh warga negara Indonesia sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.
2. Kesemestaan, yaitu seluruh daya bangsa dan negara mampu memobilitaskan diri untuk menanggulangi setiap ATHG.
3. Kewilayahan, yaitu seluruh / setiap titik dalam wilayah RI merupakan tumpuan perlawanan secara berlanjut.
* UU NO.3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
- TNI dan Polri sebagai kekuatanutama.
- Rakyat sebagai kekuatan pendukung.
* DOKTRIN TNI :
1. Tentara pejuang.
2. Tentara rakyat
3. Tentara nasional
4. Tentara Profesional
* Pasal 30 uud 1945 :
Hancurkan musuh didaerah / negara lawan termasuk kemauan dan keinginannya
Hancurkan musuh diperjalanan baik diudara, darat, ataupun di laut.
Hancurkan musuh diperbatasan agar tidak masuk wilayah Indonesia.
Hancurkan musuh dipantai atau dibandara, ketika pesawat / kapal laut mendarat.
Hancurkan musuh bila berhasil mnduduki daratan Indonesia.
Rencanakan Serbal (Seranagn Balas)
Pertahanan dan Keamanan
PASAL 30 UUD 1945 :
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh tentara nasional Indonesia dan Keamanan rakyat semesta oleh tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Tentara Nasional Indonesia terdiri atas angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan rakyat.
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.
PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA (PPBN) TIDAK SAJA DITUJUKAN UTK MENGHASILKAN KUALITAS MANUSIA INDONESIA YG DPT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN KESEDIAAN UNTUK MEMPERTAHANKAN DAN MEMBELA BANGSA,NEGARA, DAN TANAH AIR, AKAN TETAPI JUGA MEMBERIKAN BEKAL SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA YG BAIK, TERUTAMA DLM :
MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN BANGSA DAN NEGARA,
MEMBANGKITKAN MOTIFASI DAN DEDIKASI BERUPA RASA TURUT MEMILIKI,RASA IKUT BERTANGGUNG JAWAB,
TURUT BERPARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL GUNA MEWUJUDKAN SUATU MASYARAKAT YG TATA TENTREM KERTA RAHARJA.
PEDIDIKAN PENDAHULUAN BELANEGARA (PPBN) DIHARAPKAN DPT MEWUJUDKAN TUJUAN NASIONAL, YAITU :
MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA.
MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM.
MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA,
IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA YG BERDASARKAN KEMERDEKAAN,PERDAMAIAN ABADI,DAN KEADILAN SOSIAL.
HASIL YG AKAN DICAPAI PPBN IALAH LAHIRNYA SIFAT MILITANSI SBG MANIFESTASI DARI ADANYA KESADARAN,JIWA DAN SEMANGAT BELANEGARA YG MERUPAKAN AKUMULASI DARI DISIPLIN DAN JIWA ATAU SEMANGAT UTK RELA BERKORBAN YG DIPUPUK DG SEKSAMA SEJAK USIA DINI DAN BERAKAR PADA CINTA TANAH AIR,KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA, KEYAKINAN AKAN KESAKTIAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA .
*MILITANSI* YAG IDENTIK DENGAN JIWA DAN SEMANGAT PELOPOR DIPERLUKAN UTK MENGHADAPI ANCAMAN,TANTANGAN,HAMBATAN,GANGGUAN (ATHG) YANG HARUS DIATASI, SEHINGGA BILA SAATNYA TIBA MAKA MILITANSI AKAN MENGHASILKAN PATRIOT-PATRIOT KEBANGSAAN.
TUJUAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI ADALAH :
1. MENYIAPKAN PESERTA DIDIK MENJADI ANGGOTA MASYARAKAT YG MEMILIKI KEMAMPUAN AKADEMIK DAN ATAU PROFESIONAL YG DPT MENERAPKAN, MENGEMBANGKAN DAN ATAU MEMPERKAYA KHASANAH ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KESENIAN.
2. MENGEMBANGKAN DAN MENYEBARLUASKAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, KESENIAN SERTA MENGUPAYAKAN PENGGUNAANNYA UTK MENINGKATKAN TARAF KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN MEMPERKAYA KEBUDAYAAN NASIONAL.
Dalam menyelenggarakan Hankamnas, setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang ditetapkan dan dijamin oleh UUD 1945 dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdiaannya kepada bangsa dan negara.
Salah satu bentuk keikutsertaan rakyat dalam upaya Hankamneg diselenggarakan melalui Pendidikan Pendahuluan BelanegR (PPBN) sebagai bagian tidak terpisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional. Dengan Pendidikan Pendaluan Bela Negara yang dilaksanakan melalui pendidikan disekolah maupun pendidikan diluar sekolah akan dihasilkan warga negara yang cinta tanah air, rela berkorban bagi negara dan bangsa, yakin akan kesaktian Pancasila dan UUD 1945 serta mempunyai kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab. PPBN merupakan proses menuju kepada kualitas manusia yang lebih baik, yakni manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dimasa depan yang dapat menjamin tetap tegaknya identitas dan integritas bangsa dan negara Republik Indonesia.
5 unsur PPBN
Kecintaan kepada tanah air.
Kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia.
Keyakinan akan kesaktian Pancasila.
Rela Berkorban untuk negara
Memberikan kemampuan awal bela negara
Pendidikan pendahuluan bela negara diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela negara serta menegakan hak dan kewajibanwarga negara dalam upaya bela negara.PPBN sebagaimana dimaksudkan diatas wajib diikuti warga negaradan dilaksanakan secara bertahap yaitu :
1. Tahap awal pada pendidikan tingkat dasar samapai dengan menengah dan pendidikan luar sekolah termasuk kepramukaan.
2. Tahap lanutan dalam bentuk pendidikan kewiraan pada tingkat pendidikan tinggi.
Sistem Pertahanan Semesta(SISHANKAMRATA)
Dalam sisitem pertahanan keamanan suatu negara kita mengenal 3 macam rumusan yaiu :
Meniru sistem pertahanan bangsa dan negara lain, ini terjadi pada negara yang kemerdekaannya diperoleh daripemberiaan negara yang pernahmenguasainya, sehingga kurang mencerminkan falsafah, identitas, dan kondisi lingkungan dari bangsa dan negara tersebut.
Pemilihan / penemuan secara kebetulan, ini terjadi kemungkinan mempunyai daya tanggap terhadap setiap kondisi yang mengancam keselamatan dan kelamgsungan hidup bangsa dan negaranya.
budi daya bangsa dan negara berdasarkan falsafah, identitas, kondisi lingkungan dan kemungkinan datangnya ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan), baik yang datang dari dalam maupun luar yang mengancam keselamatan dan kelangsungan hidupnya.
Bagi bangsa indonesia berdasarkan sengan pengalaman sejarah terbentuknya negara lesatuan Republik Indonesia menganut rumusan ketiga yaitu sistem pertahannan keamanan rakyat SEMESTA (SISHANKAMRATA) atau sistem pertahanan PERMESTA
Berdasarkan UUD NO.20 tahun 1982 TTG. Ketentuan – ketentuan pokok pertahanan keamanan negara Indonesia, Sishankanrata merupakan tatanan segenap komponen kekuatan pertahanan keamanan negara yang terdiri atas :
1. komponen dasar rakyat terlatih.
2. komponen utama ABRI beserta cadangan TNI.
3. komponen kusus perlindungan masyarakat, dan
4. komponen pendukung yaitu :
sumberdaya alam
sumberdaya buatan
sarana dan prasarana nasional secara menyeluruh, terpadu dan terarah.
Sifat2 SISHANAKMRATA
1. Kerakyatan, yaitu keikutsertaan seluruh warga negara Indonesia sesuai dengan kemampuan dan keahliannya.
2. Kesemestaan, yaitu seluruh daya bangsa dan negara mampu memobilitaskan diri untuk menanggulangi setiap ATHG.
3. Kewilayahan, yaitu seluruh / setiap titik dalam wilayah RI merupakan tumpuan perlawanan secara berlanjut.
* UU NO.3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
- TNI dan Polri sebagai kekuatanutama.
- Rakyat sebagai kekuatan pendukung.
* DOKTRIN TNI :
1. Tentara pejuang.
2. Tentara rakyat
3. Tentara nasional
4. Tentara Profesional
* Pasal 30 uud 1945 :
Hancurkan musuh didaerah / negara lawan termasuk kemauan dan keinginannya
Hancurkan musuh diperjalanan baik diudara, darat, ataupun di laut.
Hancurkan musuh diperbatasan agar tidak masuk wilayah Indonesia.
Hancurkan musuh dipantai atau dibandara, ketika pesawat / kapal laut mendarat.
Hancurkan musuh bila berhasil mnduduki daratan Indonesia.
Rencanakan Serbal (Seranagn Balas)
Pertahanan dan Keamanan
PASAL 30 UUD 1945 :
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh tentara nasional Indonesia dan Keamanan rakyat semesta oleh tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Tentara Nasional Indonesia terdiri atas angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan rakyat.
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.
PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA (PPBN) TIDAK SAJA DITUJUKAN UTK MENGHASILKAN KUALITAS MANUSIA INDONESIA YG DPT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN KESEDIAAN UNTUK MEMPERTAHANKAN DAN MEMBELA BANGSA,NEGARA, DAN TANAH AIR, AKAN TETAPI JUGA MEMBERIKAN BEKAL SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA YG BAIK, TERUTAMA DLM :
MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN BANGSA DAN NEGARA,
MEMBANGKITKAN MOTIFASI DAN DEDIKASI BERUPA RASA TURUT MEMILIKI,RASA IKUT BERTANGGUNG JAWAB,
TURUT BERPARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL GUNA MEWUJUDKAN SUATU MASYARAKAT YG TATA TENTREM KERTA RAHARJA.
PEDIDIKAN PENDAHULUAN BELANEGARA (PPBN) DIHARAPKAN DPT MEWUJUDKAN TUJUAN NASIONAL, YAITU :
MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA.
MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM.
MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA,
IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBAN DUNIA YG BERDASARKAN KEMERDEKAAN,PERDAMAIAN ABADI,DAN KEADILAN SOSIAL.
HASIL YG AKAN DICAPAI PPBN IALAH LAHIRNYA SIFAT MILITANSI SBG MANIFESTASI DARI ADANYA KESADARAN,JIWA DAN SEMANGAT BELANEGARA YG MERUPAKAN AKUMULASI DARI DISIPLIN DAN JIWA ATAU SEMANGAT UTK RELA BERKORBAN YG DIPUPUK DG SEKSAMA SEJAK USIA DINI DAN BERAKAR PADA CINTA TANAH AIR,KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA, KEYAKINAN AKAN KESAKTIAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA .
*MILITANSI* YAG IDENTIK DENGAN JIWA DAN SEMANGAT PELOPOR DIPERLUKAN UTK MENGHADAPI ANCAMAN,TANTANGAN,HAMBATAN,GANGGUAN (ATHG) YANG HARUS DIATASI, SEHINGGA BILA SAATNYA TIBA MAKA MILITANSI AKAN MENGHASILKAN PATRIOT-PATRIOT KEBANGSAAN.
TUJUAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI ADALAH :
1. MENYIAPKAN PESERTA DIDIK MENJADI ANGGOTA MASYARAKAT YG MEMILIKI KEMAMPUAN AKADEMIK DAN ATAU PROFESIONAL YG DPT MENERAPKAN, MENGEMBANGKAN DAN ATAU MEMPERKAYA KHASANAH ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KESENIAN.
2. MENGEMBANGKAN DAN MENYEBARLUASKAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, KESENIAN SERTA MENGUPAYAKAN PENGGUNAANNYA UTK MENINGKATKAN TARAF KEHIDUPAN MASYARAKAT DAN MEMPERKAYA KEBUDAYAAN NASIONAL.
sejarah sel
BIOLOGI SEL
I. Pendahuluan
Sejak jaman dahulu telah dikemukakan bahwa hewan maupun tumbuh-tumbuhan tersusun atas unsur-unsur yang selalu terulang dalam tubuh makhluk hidup.
Ahli filsafat kuno terutama Aristoteles pada jaman kuno dan Paracelsus pada jaman pembaharuan telah sampai pada suatu kesimpulan bahwa " hewan dan tumbuh-tumbuhan walaupun nampaknya sangat rumit terdiri atas beberapa unsur yang selalu terulang dalam tiap tubuh makhluk hidup "
Beberapa abad kemudian dengan diketemukannya lensa pembesar mulailah penggunaan alat-alat optik yang kemudian berkembang menjadi mikroskop yang akhirnya berkembang makin sempurna. Dengan menggunakan alat-alat optik ini penelitian terhadap elemen-elemen atau bagian-bagian makhluk hidup makin meningkat.
Pada tahun 1665 ROBERT HOOKE melakukan pengamatan dengan menggunakan lensa pembesar pada sepotong gabus dan mendapatkan bagian-bagian seperti ruangan/rongga yang kosong sehingga gabus dikatakan merupakan bangunan yang berlubang-lubang kecil seperti sarang lebah.
Rongga kosong ini kemudian disebut "sel" yang berasal dari "cella" yang berarti kosong,yang dibatasi dinding yang dinamakan diafragma. Sejak saat itulah dikenal istilah sel.
Penyelidikan yang sama dilakukan pula oleh GREW dan MALPHIGI pada tanaman yang berbeda beda dan ternyata ditemukan pula ruang-ruang yang dibatasi oleh dinding selulose dan kemudian dinamakan vesikula atau utrikula.
Pada tahun 1674 ANTHONY VAN LEEUWENHOEK dengan menggunakan mikroskop yang masih sangat sederhana dapat meneliti sel-sel yang bebas dan melihat adanya bangunan ditengah sel yang sekarang dikenal sebagai inti sel.
Setelah penelitian-penelitian tersebut diatas untuk waktu yang cukup lama yaitu lebih dari satu abad, penelitian tentang sel ini terhenti sehingga perkembangan pengetahuan tentang sel juga masih sangat terbatas.
Pada abad ke XIX barulah dimulai penelitian-penelitian tentang sel terutama tentang isi dari sel.
Pada tahun 1829 HERTWIG mengajukan suatu teori yang disebut teori protoplasma yang menyatakan bahwa sel merupakan kumpulan substansi hidup yang disebut protoplasma dengan didalamnya mengandung inti (nucleus) dan bagian luarnya dibatasi oleh dinding sel.
Kemudian pada tahun 1831 BROWN mengemukakan bahwa inti sel merupakan komponen dasar dan tetap dari sel.
Dalam inti sel ini juga dikenal adanya protoplasma sehingga untuk membedakan protoplasma dalam sel dan protoplasma dalam inti digunakan istilah yang berbeda yaitu sitoplasma untuk protoplasma dalam sel dan karyoplasma untuk protoplasma dalam inti.
SCHLEIDEN seorang ahli Botani dan SCHWANN seorang ahli Zoologi pada tahun 1939 mengemukakan suatu teori berdasarkan hasil-hasil penelitiannya dan teori ini dikenal dengan nama teori sel.
Dalam teori ini dikatakan bahwa "semua makhluk hidup tersusun atau terdiri atas sel-sel". Jadi semua makhluk hidup sebenarnya merupakan kumpulan dari sel-sel atau sel merupakan elemen dasar dari makhluk hidup. Teori sel ini merupakan teori yang sangat mendasar dalam pengembangan Biologi Sel sehingga kemudian Schwan diakui sebagai "Bapak" dari Sitologi modern.
Sejak dikemukakannya Teori Sel ini, maka penelitian-penelitian dibidang Biologi Sel bertambah meningkat dan banyak ditemukan berbagai penemuan dibidang Biologi Sel maupun dibidang ilmu lain yang berkaitan erat dengan Biologi Sel.
Berdasarkan jumlah sel yang menyusun tubuh makhluk hidup maka HAECKEL membagi dunia hewan menjadi dua kelompok besar yaitu Protozoa : yang mempunyai sel tunggal dan Metazoa : yang mempunyai sel banyak
Pada tahun 1858 ALBERT KOLLIKER mengemukakan suatu teori dibidang Embyologi yang menyatakan bahwa spermatozoa dan ovum merupakan unsur histologis yang merupakan asal dari makhluk hidup baru.
VIRCHOW pada tahun 1858 mengemukakan bahwa sel selalu berasal dari sel lain ( "omnis cellula e cellula" ) yang berarti bahwa sel mempunyai kemampuan untuk berkembang biak/membelah.
Pada tahun yang sama Virchow juga mengemukakan bahwa proses patologis yang terjadi pada makhluk hidup sebenarnya terjadi dalam sel-sel atau jaringan.
Dalam tahun 1875 HERTWIG mengemukakan tentang hakekat dari konsepsi yang menyatakan bahwa pada waktu konsepsi/pembuahan terjadi peleburan antara inti sel telur dan spermatozoon.
Penemuan-penemuan penting lainnya dalam bidang Biologi Sel banyak dikemukakan oleh para ahli diantaranya penelitian tentang pembelahan sel oleh FLEMING pada hewan dan STRASSBURGER pada tanaman sampai terungkapnya proses karyokinesis oleh SCHLEIDEN pada tahun 1878 dan penemuan khromosom oleh WALDEYER tahun 1890.
Penelitian-penelitian dalam bidang Biologi Sel berkembang terus sehingga akhir berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut dapat dicapai kesimpulan kesimpulan yang penting diantaranya :
- setiap sel terbentuk atau berasal dari pembelahan sel yang sudah ada.
terdapat kesamaan yang mendasar dalam hal komposisi kimia dan aktifitas metabolisme.
fungsi makhluk hidup secara keseluruhan ditentukan oleh aktifitas dan interaksi dari unit unit
Perkembangan Biologi Sel yang pesat ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu-ilmu lain tetapi membawa pengaruh pula terhadap perkembangan ilmu ilmu lain. Ilmu ilmu yang secara langsung dipengaruhi oleh perkembangan Biologi Sel ini diantaranya Genetika,Fisiologi dan Biokimia.
1869 Miescher isolated DNA for the first time.
1879 Flemming described chromosome behavior during mitosis.
1883 Germ cells are haploid, chromosome theory of heredity.
1898 Golgi described the golgi apparatus.
1926 Svedberg developed the first analytical ultracentrifuge.
1938 Behrens used differential centrifugation to separate nuclei from cytoplasm.
1939 Siemens produced the first commercial transmission electron microscope.
1941Coons used fluorescent labeled antibodies to detect cellular antigens.
1952 Gey and co-workers established a continuous human cell line.
1953 Crick, Wilkins and Watson proposed structure of DNA double-helix.1955Eagle systematically defined the nutritional needs of animal cells in culture.
1957 Meselson, Stahl and Vinograd developed density gradient centrifugation in cesium chloride solutions for separating nucleic acids.
1965 Ham introduced a defined serum-free medium. Cambridge Instruments produced the first commercial scanning electron microscope.
1976Sato and collegues publish papers showing that different cell lines require different mixtures of hormones and growth factors in serum-free media.
1981Transgenic mice and fruit flies are produced. Mouse embryonic stem cell line established.
1987First knockout mouse created.
1998Mice are cloned from somatic cells.
2000Human genome DNA sequence draft.
Kemajuan IPTEK : garis eksponensial yang tajam
Struktur kimia DNA (Watson & Crick tahun 1953) → biologi molekuler
Biologi Molekuler → teknologi rekayasa genetika → teknologi bioindustri : produk-produk dalam dunia pertanian, kedokteran, farmasi, peternakan, makanan dll.
Biologi Deskriptif → Biologi Modern → Ilmu-ilmu Kefarmasian khususnya pengembangan produk-produk kefarmasian
Orientasi apoteker : service oriented → scientific oriented
3. Struktur Umum Sel Prokariot dan Eukariot
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara structural berbeda yaitu sel prokariot dan eukariot.
Berdasarkan strukturnya maka organisme dikelompokkan dalam 6 kingdom, yaitu :
Monera (Eubacteria) : pathogen pada manusia dan Archaea → Prokariot
Protista, Plantae, Fungi, Animalia → Eukaryotes.
Prokariot : pro = sebelum, karyon = kernel (nucleus). Tidak memiliki membran nucleus. Jadi materi genetiknya terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tanpa membran yang memisahkan daerah ini dengan bagian sel lainnya.
Struktur dinding sel prokariot lebih kompleks dibandingkan eukariot.
Dinding sel terdiri dari lapisan peptidoglikan, oleh karena itu fungsinya tidak hanya sekedar untuk menjaga tekanan osmotic, namun juga untuk proses pembelahan sel dan self-biosynthesis dinding sel.
Selain itu, sel prokariot dilengkapi dengan kapsul (lapisan ekstraseluler polisakarida yang menyelimuti sel) dan flagel (benang protein = flagellin).
Meskipun demikian, sel prokariot tidak memiliki mitokondria atau kloroplast sehingga enzim-enzim untuk transport electron tidak bekerja di membrane sel namun di bawah membrane sel.
VIRUS
Mikroorganisme terkecil dengan ukuran 300 x 250 x 100 nm sampai berdiameter 20 nm
Virion (partikel virus lengkap) terdiri dari :
inti (asam nukleat yang seringkali bergabung dengan protein sehingga disebut nucleoprotein)
kapsid (pembungkus nucleoprotein, terdiri atas sejumlah kapsomer, suatu polipeptida, yang terikat satu sama lain secara nonkovalen)
molekul polipeptida pelindung asam nukleat virus tersusun simetris yaitu : simetri heliks (gambar sebelah kanan) dan simetri ikosahedral (gambar sebelah kiri)
Mikroskopis
Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil.
Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo).
Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil
Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.
Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali.
Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi.
Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif.
Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali.
Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat.
Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator.
Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
Mikroskop stereo
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya.
Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).
SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.
Eukaryotes
The basic eukaryotic cell contains the following:
plasma membrane
glycocalyx (components external to the plasma membrane)
cytoplasm (semifluid)
cytoskeleton - microfilaments and microtubules that suspend organelles, give shape, and allow motion
presence of characteristic membrane enclosed subcellular organelles
Characteristic biomembranes and organelles
Cell wall
Plants have a rigid cell wall in addition to their cell membranes.
Skala Ukuran dalam Biologi Sel
- daya urai penglihatan manusia sangat terbatas (0,1 mm atau 100 mikron) sehingga sel yang mempunyai diameter dibawah 0,1 mm tidak akan terlihat oleh mata manusia.
Oleh karena itulah diperlukan alat bantu berupa mikroskop yang mempunyai daya urai lebih baik. Daya urai mikroskop cahaya dapat mencapai 0,2 mikron sedangkan mikroskop elektron dapat mencapai 4 Angstrom unit.
Untuk lebih memahami ukuran ukuran yang ada dalam Biologi Sel dibawah ini terdapat ukuran panjang mulai dari 1 m sampai 1 Angstrom unit :
1 m = 1000 mm
1 mm = 1000 mikron
1 mikron = 1000 milimikron/nanometer
1 nanometer = 10 Angstrom unit
LAPANG OBSERVASI BIOLOGI
Ukuran Pengamatan Bidang ilmu Struktur
1 mm Anatomi Organ
10-100 mikron Histologi Jaringan
0,2-10 mikron Biologi Sel Sel, kuman
Biologi molekuler Komponen sel, virus
< 10 A Struktur molekul & atom Atom
Ukuran sel dalam μm, karena itu hanya dapat terlihat dengan mikroskop. Besarnya berkisar antara 0,1 dan 100 μm.
Sel terbesar adalah telur (ovum) karena mengandung butir cadangan makanan (yolk) dan selaput pelindung.
Makin banyak makanan cadangan makin besar sel, makin tebal selaput pelindungnya. Ovum terbesar adalah telur burung onta yang berdiameter 15 cm, sedangkan diameter telur manusia 0,1 mm.
Kenapa sel mikroskopis ?
Hal ini dikarenakan :
Ke luar masuk zat lewat membran sel harus cepat
Makin kecil sel makin tinggi kecepatan reaksi kimia didalamnya, maka perlu cepat ke luar masuk zat lewat membran
Luas membran harus seimbang dengan isi sel dan besar inti. Jika tidak, aktivitas sel secara keseluruhan akan terganggu.
Membran menentukan ke luar masuk zat. Besar dan cepatnya ke luar masuk ditentukan oleh luas membran.
Makin luas membran, makin besar kesempatan ke luar masuknya.
Zat-zat yang harus lancar masuk diantaranya adalah asam amino, glukosa, ion mineral, oksigen, hormon dan enzim.
Sedang, zat-zat yang harus lancar ke luar adalah karbondioksida, amonia dan zat-zat hasil produksi serta getah.
Agar membran jadi luas, secara relatif sel harus dibagi-bagi atas ukuran lebih kecil.
Sebagai gambaran perhatikan gambar bola besar yang didalamnya berisi penuh bola-bola kecil. Luas membran semua bola kecil di dalamnya, 10 x lebih besar daripada luas bola besar di luarnya
Bola kecil :
r = 0,1 μm → Luas : 4 π r2 = 4 x 22/7 x 0,12 = 0,126 μm2
Isi : 4/3 π r3 = 4/3 x 22/7 x 0,12 = 0,0042 μm3
Bola besar :
R = 1 μm → Luas : 4 π r2 = 4 x 22/7 x 12 = 12,6 μm2
Isi : 4/3 π r3 = 4/3 x 22/7 x 12 = 4,2 μm3
Itulah sebab : makin besar tubuh organisme, bukan makin besar sel, tapi makin banyak sel. Besar sel tikus sama saja dengan sel gajah.
Sel diusahakan pula agar kecil, agar reaksi kimia berlangsung cepat dan lancar.
Makin sempit medium reaksinya, makin besar kesempatan zat bersentuhan dan bereaksi, dan zat yang dibutuhkan semakin sedikit.
Luas membrane harus pula seimbang dengan isi sitoplasma dan besar inti.
Kalau membrane terlalu luas, ke luar masuk zat tidak bias diimbangi oleh sitoplasma yang merupakan tempat terjadinya aktivitas sel.
Inti adalah pusat segala kegiatan, asal segala perintah dan control. Kalau sel terlalu besar sedang inti kecil, inti tidak bisa mengimbangi ke luar masuk zat dan reaksi kimia dalam sitoplasma. Ini bisa mengakibatkan terhalangnya aktivitas sel secara keseluruhan.
I. Pendahuluan
Sejak jaman dahulu telah dikemukakan bahwa hewan maupun tumbuh-tumbuhan tersusun atas unsur-unsur yang selalu terulang dalam tubuh makhluk hidup.
Ahli filsafat kuno terutama Aristoteles pada jaman kuno dan Paracelsus pada jaman pembaharuan telah sampai pada suatu kesimpulan bahwa " hewan dan tumbuh-tumbuhan walaupun nampaknya sangat rumit terdiri atas beberapa unsur yang selalu terulang dalam tiap tubuh makhluk hidup "
Beberapa abad kemudian dengan diketemukannya lensa pembesar mulailah penggunaan alat-alat optik yang kemudian berkembang menjadi mikroskop yang akhirnya berkembang makin sempurna. Dengan menggunakan alat-alat optik ini penelitian terhadap elemen-elemen atau bagian-bagian makhluk hidup makin meningkat.
Pada tahun 1665 ROBERT HOOKE melakukan pengamatan dengan menggunakan lensa pembesar pada sepotong gabus dan mendapatkan bagian-bagian seperti ruangan/rongga yang kosong sehingga gabus dikatakan merupakan bangunan yang berlubang-lubang kecil seperti sarang lebah.
Rongga kosong ini kemudian disebut "sel" yang berasal dari "cella" yang berarti kosong,yang dibatasi dinding yang dinamakan diafragma. Sejak saat itulah dikenal istilah sel.
Penyelidikan yang sama dilakukan pula oleh GREW dan MALPHIGI pada tanaman yang berbeda beda dan ternyata ditemukan pula ruang-ruang yang dibatasi oleh dinding selulose dan kemudian dinamakan vesikula atau utrikula.
Pada tahun 1674 ANTHONY VAN LEEUWENHOEK dengan menggunakan mikroskop yang masih sangat sederhana dapat meneliti sel-sel yang bebas dan melihat adanya bangunan ditengah sel yang sekarang dikenal sebagai inti sel.
Setelah penelitian-penelitian tersebut diatas untuk waktu yang cukup lama yaitu lebih dari satu abad, penelitian tentang sel ini terhenti sehingga perkembangan pengetahuan tentang sel juga masih sangat terbatas.
Pada abad ke XIX barulah dimulai penelitian-penelitian tentang sel terutama tentang isi dari sel.
Pada tahun 1829 HERTWIG mengajukan suatu teori yang disebut teori protoplasma yang menyatakan bahwa sel merupakan kumpulan substansi hidup yang disebut protoplasma dengan didalamnya mengandung inti (nucleus) dan bagian luarnya dibatasi oleh dinding sel.
Kemudian pada tahun 1831 BROWN mengemukakan bahwa inti sel merupakan komponen dasar dan tetap dari sel.
Dalam inti sel ini juga dikenal adanya protoplasma sehingga untuk membedakan protoplasma dalam sel dan protoplasma dalam inti digunakan istilah yang berbeda yaitu sitoplasma untuk protoplasma dalam sel dan karyoplasma untuk protoplasma dalam inti.
SCHLEIDEN seorang ahli Botani dan SCHWANN seorang ahli Zoologi pada tahun 1939 mengemukakan suatu teori berdasarkan hasil-hasil penelitiannya dan teori ini dikenal dengan nama teori sel.
Dalam teori ini dikatakan bahwa "semua makhluk hidup tersusun atau terdiri atas sel-sel". Jadi semua makhluk hidup sebenarnya merupakan kumpulan dari sel-sel atau sel merupakan elemen dasar dari makhluk hidup. Teori sel ini merupakan teori yang sangat mendasar dalam pengembangan Biologi Sel sehingga kemudian Schwan diakui sebagai "Bapak" dari Sitologi modern.
Sejak dikemukakannya Teori Sel ini, maka penelitian-penelitian dibidang Biologi Sel bertambah meningkat dan banyak ditemukan berbagai penemuan dibidang Biologi Sel maupun dibidang ilmu lain yang berkaitan erat dengan Biologi Sel.
Berdasarkan jumlah sel yang menyusun tubuh makhluk hidup maka HAECKEL membagi dunia hewan menjadi dua kelompok besar yaitu Protozoa : yang mempunyai sel tunggal dan Metazoa : yang mempunyai sel banyak
Pada tahun 1858 ALBERT KOLLIKER mengemukakan suatu teori dibidang Embyologi yang menyatakan bahwa spermatozoa dan ovum merupakan unsur histologis yang merupakan asal dari makhluk hidup baru.
VIRCHOW pada tahun 1858 mengemukakan bahwa sel selalu berasal dari sel lain ( "omnis cellula e cellula" ) yang berarti bahwa sel mempunyai kemampuan untuk berkembang biak/membelah.
Pada tahun yang sama Virchow juga mengemukakan bahwa proses patologis yang terjadi pada makhluk hidup sebenarnya terjadi dalam sel-sel atau jaringan.
Dalam tahun 1875 HERTWIG mengemukakan tentang hakekat dari konsepsi yang menyatakan bahwa pada waktu konsepsi/pembuahan terjadi peleburan antara inti sel telur dan spermatozoon.
Penemuan-penemuan penting lainnya dalam bidang Biologi Sel banyak dikemukakan oleh para ahli diantaranya penelitian tentang pembelahan sel oleh FLEMING pada hewan dan STRASSBURGER pada tanaman sampai terungkapnya proses karyokinesis oleh SCHLEIDEN pada tahun 1878 dan penemuan khromosom oleh WALDEYER tahun 1890.
Penelitian-penelitian dalam bidang Biologi Sel berkembang terus sehingga akhir berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut dapat dicapai kesimpulan kesimpulan yang penting diantaranya :
- setiap sel terbentuk atau berasal dari pembelahan sel yang sudah ada.
terdapat kesamaan yang mendasar dalam hal komposisi kimia dan aktifitas metabolisme.
fungsi makhluk hidup secara keseluruhan ditentukan oleh aktifitas dan interaksi dari unit unit
Perkembangan Biologi Sel yang pesat ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu-ilmu lain tetapi membawa pengaruh pula terhadap perkembangan ilmu ilmu lain. Ilmu ilmu yang secara langsung dipengaruhi oleh perkembangan Biologi Sel ini diantaranya Genetika,Fisiologi dan Biokimia.
1869 Miescher isolated DNA for the first time.
1879 Flemming described chromosome behavior during mitosis.
1883 Germ cells are haploid, chromosome theory of heredity.
1898 Golgi described the golgi apparatus.
1926 Svedberg developed the first analytical ultracentrifuge.
1938 Behrens used differential centrifugation to separate nuclei from cytoplasm.
1939 Siemens produced the first commercial transmission electron microscope.
1941Coons used fluorescent labeled antibodies to detect cellular antigens.
1952 Gey and co-workers established a continuous human cell line.
1953 Crick, Wilkins and Watson proposed structure of DNA double-helix.1955Eagle systematically defined the nutritional needs of animal cells in culture.
1957 Meselson, Stahl and Vinograd developed density gradient centrifugation in cesium chloride solutions for separating nucleic acids.
1965 Ham introduced a defined serum-free medium. Cambridge Instruments produced the first commercial scanning electron microscope.
1976Sato and collegues publish papers showing that different cell lines require different mixtures of hormones and growth factors in serum-free media.
1981Transgenic mice and fruit flies are produced. Mouse embryonic stem cell line established.
1987First knockout mouse created.
1998Mice are cloned from somatic cells.
2000Human genome DNA sequence draft.
Kemajuan IPTEK : garis eksponensial yang tajam
Struktur kimia DNA (Watson & Crick tahun 1953) → biologi molekuler
Biologi Molekuler → teknologi rekayasa genetika → teknologi bioindustri : produk-produk dalam dunia pertanian, kedokteran, farmasi, peternakan, makanan dll.
Biologi Deskriptif → Biologi Modern → Ilmu-ilmu Kefarmasian khususnya pengembangan produk-produk kefarmasian
Orientasi apoteker : service oriented → scientific oriented
3. Struktur Umum Sel Prokariot dan Eukariot
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara structural berbeda yaitu sel prokariot dan eukariot.
Berdasarkan strukturnya maka organisme dikelompokkan dalam 6 kingdom, yaitu :
Monera (Eubacteria) : pathogen pada manusia dan Archaea → Prokariot
Protista, Plantae, Fungi, Animalia → Eukaryotes.
Prokariot : pro = sebelum, karyon = kernel (nucleus). Tidak memiliki membran nucleus. Jadi materi genetiknya terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tanpa membran yang memisahkan daerah ini dengan bagian sel lainnya.
Struktur dinding sel prokariot lebih kompleks dibandingkan eukariot.
Dinding sel terdiri dari lapisan peptidoglikan, oleh karena itu fungsinya tidak hanya sekedar untuk menjaga tekanan osmotic, namun juga untuk proses pembelahan sel dan self-biosynthesis dinding sel.
Selain itu, sel prokariot dilengkapi dengan kapsul (lapisan ekstraseluler polisakarida yang menyelimuti sel) dan flagel (benang protein = flagellin).
Meskipun demikian, sel prokariot tidak memiliki mitokondria atau kloroplast sehingga enzim-enzim untuk transport electron tidak bekerja di membrane sel namun di bawah membrane sel.
VIRUS
Mikroorganisme terkecil dengan ukuran 300 x 250 x 100 nm sampai berdiameter 20 nm
Virion (partikel virus lengkap) terdiri dari :
inti (asam nukleat yang seringkali bergabung dengan protein sehingga disebut nucleoprotein)
kapsid (pembungkus nucleoprotein, terdiri atas sejumlah kapsomer, suatu polipeptida, yang terikat satu sama lain secara nonkovalen)
molekul polipeptida pelindung asam nukleat virus tersusun simetris yaitu : simetri heliks (gambar sebelah kanan) dan simetri ikosahedral (gambar sebelah kiri)
Mikroskopis
Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil.
Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo).
Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil
Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.
Lensa obyektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
Lensa kondensor, berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan difokus
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali.
Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi.
Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif.
Perbesaran lensa okuler biasanya 10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali.
Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat.
Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator.
Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
Mikroskop stereo
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya.
Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).
SEM digunakan untuk studi detil arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.
Eukaryotes
The basic eukaryotic cell contains the following:
plasma membrane
glycocalyx (components external to the plasma membrane)
cytoplasm (semifluid)
cytoskeleton - microfilaments and microtubules that suspend organelles, give shape, and allow motion
presence of characteristic membrane enclosed subcellular organelles
Characteristic biomembranes and organelles
Cell wall
Plants have a rigid cell wall in addition to their cell membranes.
Skala Ukuran dalam Biologi Sel
- daya urai penglihatan manusia sangat terbatas (0,1 mm atau 100 mikron) sehingga sel yang mempunyai diameter dibawah 0,1 mm tidak akan terlihat oleh mata manusia.
Oleh karena itulah diperlukan alat bantu berupa mikroskop yang mempunyai daya urai lebih baik. Daya urai mikroskop cahaya dapat mencapai 0,2 mikron sedangkan mikroskop elektron dapat mencapai 4 Angstrom unit.
Untuk lebih memahami ukuran ukuran yang ada dalam Biologi Sel dibawah ini terdapat ukuran panjang mulai dari 1 m sampai 1 Angstrom unit :
1 m = 1000 mm
1 mm = 1000 mikron
1 mikron = 1000 milimikron/nanometer
1 nanometer = 10 Angstrom unit
LAPANG OBSERVASI BIOLOGI
Ukuran Pengamatan Bidang ilmu Struktur
1 mm Anatomi Organ
10-100 mikron Histologi Jaringan
0,2-10 mikron Biologi Sel Sel, kuman
Biologi molekuler Komponen sel, virus
< 10 A Struktur molekul & atom Atom
Ukuran sel dalam μm, karena itu hanya dapat terlihat dengan mikroskop. Besarnya berkisar antara 0,1 dan 100 μm.
Sel terbesar adalah telur (ovum) karena mengandung butir cadangan makanan (yolk) dan selaput pelindung.
Makin banyak makanan cadangan makin besar sel, makin tebal selaput pelindungnya. Ovum terbesar adalah telur burung onta yang berdiameter 15 cm, sedangkan diameter telur manusia 0,1 mm.
Kenapa sel mikroskopis ?
Hal ini dikarenakan :
Ke luar masuk zat lewat membran sel harus cepat
Makin kecil sel makin tinggi kecepatan reaksi kimia didalamnya, maka perlu cepat ke luar masuk zat lewat membran
Luas membran harus seimbang dengan isi sel dan besar inti. Jika tidak, aktivitas sel secara keseluruhan akan terganggu.
Membran menentukan ke luar masuk zat. Besar dan cepatnya ke luar masuk ditentukan oleh luas membran.
Makin luas membran, makin besar kesempatan ke luar masuknya.
Zat-zat yang harus lancar masuk diantaranya adalah asam amino, glukosa, ion mineral, oksigen, hormon dan enzim.
Sedang, zat-zat yang harus lancar ke luar adalah karbondioksida, amonia dan zat-zat hasil produksi serta getah.
Agar membran jadi luas, secara relatif sel harus dibagi-bagi atas ukuran lebih kecil.
Sebagai gambaran perhatikan gambar bola besar yang didalamnya berisi penuh bola-bola kecil. Luas membran semua bola kecil di dalamnya, 10 x lebih besar daripada luas bola besar di luarnya
Bola kecil :
r = 0,1 μm → Luas : 4 π r2 = 4 x 22/7 x 0,12 = 0,126 μm2
Isi : 4/3 π r3 = 4/3 x 22/7 x 0,12 = 0,0042 μm3
Bola besar :
R = 1 μm → Luas : 4 π r2 = 4 x 22/7 x 12 = 12,6 μm2
Isi : 4/3 π r3 = 4/3 x 22/7 x 12 = 4,2 μm3
Itulah sebab : makin besar tubuh organisme, bukan makin besar sel, tapi makin banyak sel. Besar sel tikus sama saja dengan sel gajah.
Sel diusahakan pula agar kecil, agar reaksi kimia berlangsung cepat dan lancar.
Makin sempit medium reaksinya, makin besar kesempatan zat bersentuhan dan bereaksi, dan zat yang dibutuhkan semakin sedikit.
Luas membrane harus pula seimbang dengan isi sitoplasma dan besar inti.
Kalau membrane terlalu luas, ke luar masuk zat tidak bias diimbangi oleh sitoplasma yang merupakan tempat terjadinya aktivitas sel.
Inti adalah pusat segala kegiatan, asal segala perintah dan control. Kalau sel terlalu besar sedang inti kecil, inti tidak bisa mengimbangi ke luar masuk zat dan reaksi kimia dalam sitoplasma. Ini bisa mengakibatkan terhalangnya aktivitas sel secara keseluruhan.
pengertian fotosintesis dan proses fotosintesis
Fotosintesis orgaisme
Merupakan reaksi yang terjadi pada kehidupan
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk menghasilkan makanan dengan memanfaatkan energi cahaya.
Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.
Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis disebut sebagai fototrof.
Fotosintesis pada tumbuhan
T umbuhan bersifat autotrof , artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik.
Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis.
Persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:
12H2O + 6CO2 + cahaya --> C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan.
Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas.
Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
Klorofil
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.
Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.
Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.
Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.
Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.
Fotosintesis pada alga dan bakteri
Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat, fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama.
Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya, maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi.
Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof.
Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain.
Pada tingkat molekuler
Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer).
Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu.
Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.
Di dalam daun, cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi.
Pada tumbuhan ada dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer, sedangkan fotosistem I 700 nanometer.
Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis.
Contoh: seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat.
Faktor penentu laju fotosintesis
Beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis :
1.Intensitas cahayaLaju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya
2. Konsentrasi karbon dioksidaSemakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3. SuhuEnzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya.
Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim
4. Kadar airKekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
Tahap pertumbuhanPenelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa.
Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh
Penemuan fotosintesis
Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan van Helmont, seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia), melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu.
Dari penelitiannya, Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air.
Tapi pada tahun 1720, ahli botani Inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan, Ia berpendapat faktor itu adalah udara.
Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta, menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples terbalik, nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar.
Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin, tikus itu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu, Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus.
Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan.
Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan .
Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria, mengulangi eksperimen Priestley. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak".
Akhirnya di tahun 1796, Jean Senebier, seorang pastor Perancis, menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis.
Tidak lama kemudian, Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara.
Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida, tetapi juga oleh pemberian air.
Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa).
Merupakan reaksi yang terjadi pada kehidupan
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk menghasilkan makanan dengan memanfaatkan energi cahaya.
Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.
Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis disebut sebagai fototrof.
Fotosintesis pada tumbuhan
T umbuhan bersifat autotrof , artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik.
Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis.
Persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini:
12H2O + 6CO2 + cahaya --> C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan.
Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas.
Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
Klorofil
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.
Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.
Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.
Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.
Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.
Fotosintesis pada alga dan bakteri
Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat, fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama.
Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya, maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi.
Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof.
Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain.
Pada tingkat molekuler
Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer).
Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu.
Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.
Di dalam daun, cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi.
Pada tumbuhan ada dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer, sedangkan fotosistem I 700 nanometer.
Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis.
Contoh: seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat.
Faktor penentu laju fotosintesis
Beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis :
1.Intensitas cahayaLaju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya
2. Konsentrasi karbon dioksidaSemakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3. SuhuEnzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya.
Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim
4. Kadar airKekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
Tahap pertumbuhanPenelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa.
Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh
Penemuan fotosintesis
Pada awal tahun 1600-an, seorang dokter dan ahli kimia, Jan van Helmont, seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia), melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu.
Dari penelitiannya, Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air.
Tapi pada tahun 1720, ahli botani Inggris, Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan, Ia berpendapat faktor itu adalah udara.
Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta, menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples terbalik, nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar.
Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin, tikus itu akan mati lemas. Dari kedua percobaan itu, Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah "merusak" udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus.
Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan.
Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan .
Pada tahun 1778, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria, mengulangi eksperimen Priestley. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat "memulihkan" udara yang "rusak".
Akhirnya di tahun 1796, Jean Senebier, seorang pastor Perancis, menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis.
Tidak lama kemudian, Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan "pemulihan" udara.
Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida, tetapi juga oleh pemberian air.
Melalui serangkaian eksperimen inilah akhirnya para ahli berhasil menggambarkan persamaan umum dari fotosintesis yang menghasilkan makanan (seperti glukosa).
pengertian ekosistem dan jenis-jenisnya
PENDAHULUAN
Ekosistem pertanian adalah ekosistem yang sederhana dan monokultur jika dilihat dari komunitas, pemilihan vegetasi, diversitas spesies, serta resiko terjadi ledakan hama dan penyakit. Musuh alami berperan dalam menurunkan populasi hama sampai pada tingkat populasi yang tidak merugikan. Hal ini terbukti dari setiap pengamatan dilahan pertanian, khususnya padi, beberapa jenis musuh alami selalu hadir dipertanaman. Ekosistem persawahan secara teoritis merupakan ekosistem yang tidak stabil. Kestabilan ekosistem persawahan tidak hanya ditentukan oleh diversitas struktur komunitas, tetapi juga oleh sifat-sifat komponen, interaksi antar komponen ekosistem. Hasil penelitian mengenai kajian habitat menunjukkan bahwa tidak kurang dari 700 serangga termasuk parasitoid dan predator ditemukan di ekosistem persawahan dalam kondisi tanaman tidak ada hama khususnya wereng batang coklat (WBC). Predator WBC umumnya polifag, akan memangsa berbagai jenis serangga. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas persawahan merupakan komunitas yang beranekaragam (Untung, 1992). Tidak tertutup kemungkinan bahwa pada ekosistem pertanian dapat dijumpai keadaan yang stabil. Apabila interaksi antar komponen dapat dikelola secara tepat maka kestabilan ekosistem pertanian dapat diusahakan. Untuk mempertahankan ekosistem persawahan yang stabil maka konsep pengendalian hama terpadu (PHT) dapat diterapkan. PHT mendapatkan efisiensi pengendalian yaitu mengurangi insektisida dan memanfaatkan metoda non kimia. Di persawahan, musuh alami jelas berfungsi, sehingga akan terjadi keseimbangan biologis (Baehaki, 1991). Keseimbangan biologis ini kadang-kadang tercapai, tetapi bisa juga sebaliknya. Hal ini disebabkan karena faktor lain yang mempengaruhi, yaitu perlakuan agronomis dan penggunaan insektisida.
Salah satu komponen PHT adalah pengendalian dengan menggunakan musuh alami. Teori mendasar dalam pengelolaan hama adalah mempertimbangkan komponen musuh alami dalam strategi pemanfaatan dan pengembangannya. Taktik pengelolaan hama melibatkan musuh alami untuk mendapatkan penurunan status hama disebut pengendalian hayati (Pedigo, 1999). Pemanfaatan musuh alami tidak menimbulkan pencemaran, dari segi ekologi tetap lestari dan untuk jangka panjang relatif murah. Pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami atau secara biologis adalah kerja dari faktor biotis seperti parasitoid, predator dan patogen terhadap mangsa atau inang, sehingga menghasilkan suatu keseimbangan umum yang lebih rendah daripada keadaan yang ditunjukkan apabila faktor tersebut tidak ada atau tidak bekerja (De Bach, 1979; Stern et al., 1959). Pengendalian biologi merupakan salah satu pengendalian yang dinilai cukup aman karena mempunyai beberapa keuntungan yaitu : 1)selektivitas tinggi dan tidak menimbulkan hama baru,2) organisme yang digunakan sudah tersedia dialam,organisme yang digunakan dapat mencari dan menemukan inangnya, 4) dapat berkembang biak dan menyebar, 5) hama tidak menjadi resisten atau kalau terjadi sangat lambat, dan
6) pengendalian berjalan dengan sendirinya (Van Emden, 1976). Pengendalian biologi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1) pengendalian biologi alami yaitu pengendalian hama dengan musuh alami, tanpa campur tangan manusia, 2) pengendalian biologi terapan yaitu pengendalian hayati dengan campur tangan manusia (Sosromarsono, 1993).
KEANEKARAGAMAN HAYATI ARTROPODA
PADA EKOSISTEM PADI SAWAH
A.Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
B.Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
a.Individu
Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.
b.Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.
c.Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.
d.Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.
e.Bioma
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya.
B.Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
a.Individu
Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.
b.Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.
c.Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.d.Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.Contoh :
Bioma Gurun
Bioma Hutan Hujan Tropis
Bioma Tundra
f.Biosfer
Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi.
berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem buatan dan ekosistem alami. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alamiah, tanpa campur tangan manusia. Contohnya rawa, sungai dan laut. Jika suatu ekosistem sengaja dibuat manusia maka disebut ekosistem buatan. Contohnya ekosistem sawah, kebun, kolam, waduk dan akuarium.
Ekosistem pertanian adalah ekosistem yang sederhana dan monokultur jika dilihat dari komunitas, pemilihan vegetasi, diversitas spesies, serta resiko terjadi ledakan hama dan penyakit. Musuh alami berperan dalam menurunkan populasi hama sampai pada tingkat populasi yang tidak merugikan. Hal ini terbukti dari setiap pengamatan dilahan pertanian, khususnya padi, beberapa jenis musuh alami selalu hadir dipertanaman. Ekosistem persawahan secara teoritis merupakan ekosistem yang tidak stabil. Kestabilan ekosistem persawahan tidak hanya ditentukan oleh diversitas struktur komunitas, tetapi juga oleh sifat-sifat komponen, interaksi antar komponen ekosistem. Hasil penelitian mengenai kajian habitat menunjukkan bahwa tidak kurang dari 700 serangga termasuk parasitoid dan predator ditemukan di ekosistem persawahan dalam kondisi tanaman tidak ada hama khususnya wereng batang coklat (WBC). Predator WBC umumnya polifag, akan memangsa berbagai jenis serangga. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas persawahan merupakan komunitas yang beranekaragam (Untung, 1992). Tidak tertutup kemungkinan bahwa pada ekosistem pertanian dapat dijumpai keadaan yang stabil. Apabila interaksi antar komponen dapat dikelola secara tepat maka kestabilan ekosistem pertanian dapat diusahakan. Untuk mempertahankan ekosistem persawahan yang stabil maka konsep pengendalian hama terpadu (PHT) dapat diterapkan. PHT mendapatkan efisiensi pengendalian yaitu mengurangi insektisida dan memanfaatkan metoda non kimia. Di persawahan, musuh alami jelas berfungsi, sehingga akan terjadi keseimbangan biologis (Baehaki, 1991). Keseimbangan biologis ini kadang-kadang tercapai, tetapi bisa juga sebaliknya. Hal ini disebabkan karena faktor lain yang mempengaruhi, yaitu perlakuan agronomis dan penggunaan insektisida.
Salah satu komponen PHT adalah pengendalian dengan menggunakan musuh alami. Teori mendasar dalam pengelolaan hama adalah mempertimbangkan komponen musuh alami dalam strategi pemanfaatan dan pengembangannya. Taktik pengelolaan hama melibatkan musuh alami untuk mendapatkan penurunan status hama disebut pengendalian hayati (Pedigo, 1999). Pemanfaatan musuh alami tidak menimbulkan pencemaran, dari segi ekologi tetap lestari dan untuk jangka panjang relatif murah. Pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami atau secara biologis adalah kerja dari faktor biotis seperti parasitoid, predator dan patogen terhadap mangsa atau inang, sehingga menghasilkan suatu keseimbangan umum yang lebih rendah daripada keadaan yang ditunjukkan apabila faktor tersebut tidak ada atau tidak bekerja (De Bach, 1979; Stern et al., 1959). Pengendalian biologi merupakan salah satu pengendalian yang dinilai cukup aman karena mempunyai beberapa keuntungan yaitu : 1)selektivitas tinggi dan tidak menimbulkan hama baru,2) organisme yang digunakan sudah tersedia dialam,organisme yang digunakan dapat mencari dan menemukan inangnya, 4) dapat berkembang biak dan menyebar, 5) hama tidak menjadi resisten atau kalau terjadi sangat lambat, dan
6) pengendalian berjalan dengan sendirinya (Van Emden, 1976). Pengendalian biologi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1) pengendalian biologi alami yaitu pengendalian hama dengan musuh alami, tanpa campur tangan manusia, 2) pengendalian biologi terapan yaitu pengendalian hayati dengan campur tangan manusia (Sosromarsono, 1993).
KEANEKARAGAMAN HAYATI ARTROPODA
PADA EKOSISTEM PADI SAWAH
A.Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
B.Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
a.Individu
Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.
b.Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.
c.Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.
d.Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.
e.Bioma
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya.
B.Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
a.Individu
Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.
b.Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.
c.Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.d.Ekosistem
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.Contoh :
Bioma Gurun
Bioma Hutan Hujan Tropis
Bioma Tundra
f.Biosfer
Biosfer adalah berbagai bioma di permukaan bumi yang saling berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi.
berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem buatan dan ekosistem alami. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alamiah, tanpa campur tangan manusia. Contohnya rawa, sungai dan laut. Jika suatu ekosistem sengaja dibuat manusia maka disebut ekosistem buatan. Contohnya ekosistem sawah, kebun, kolam, waduk dan akuarium.
pengertian ketahanan nasionaol,aspek-aspek ketahanan nasional,hakikat ketahanan nasional
Ketahanan nasional
Istilah Ketahanan Nasional dikenal belum lama, istilah Ketahanan Nasional mulai dikenal dan dipergunakan pada permulaan tahun enam puluhan. Sejak tahun 1962 terlihat adanya usaha yang secara khusus diselenggarakan untuk memperkembangkan pola gagasan ketahanan nasional. Dalam persiapan Panitia Pendirian Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), sekitar tahun 1962 tersebut, terlihat adanya hasrat yang kuat untuk mengkaji lebih lanjut pola Ketahanan Nasional tersebut.
Pada tahun 1965, Lemhanas selalu berusaha utk mempopulerkan dan menyempurnakan konsep dan substansi Ketahanan Nasional.
pengertian
Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yg mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik yg dating dari luar maupun dari dalam yg langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Kondisi atau keadaan selalu berkembang serta bahaya dan tantangan-tantangan selalu berubah, maka Ketahanan Nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina agar memadai dengan perkembangan keadaan. Dengan demikian Ketahanan Nasional sifatnya dinamik bukan statis.
Hakikat pertahanan nasional
Ketahanan nasional adalah Kemampuan dan Ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Secara antropologi budaya maka manusia merupakan. Mahluk Tuhan tersempurna, karena pada manusia selain kehidupan ia mempunyai kemampuan berpikir (Akal) serta ketrampilan dan karenanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya.
Sebagai manusia berbudaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya didalam usaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal ada 8 hubungan tersebut sebagai berikut :
1. Manusia – Tuhan –disebut Agama/Kepercayaan.
2. Manusia – Cita-cita –disebut Ideologi.
3. Manusia – Kekuasaan – disebut Politik.
4. Manusia – Pemenuhan kebutuhan – disebut Ekonomi.
5. Manusia – Penguasaan/pemanfaatan alam –disbut ilmu pengetahuan dan teknologi
6. Manusia – Manusia – disebut Sosial.
7. Manusia – Rasa keindahan – disebut kesenian.
8. Manusia – Rasa aman – disebut Hankam.
Kesimpulan yg dapat diambil dari uraian diatas adalah :
Bahwa manusia bermasyarakat untuk mendapatkan keperluan hidupnya, yaitu kesejahteraan, dan keselamatan serta keamanannya.
Aspek alamiah
1 Posisi dan Lokasi geografi negara;
2 Keadaan dan Kekayaan alam;
3.Keadaan dan Kemampuan penduduk.
Aspek alamiah diatas karena berjumlah 3 maka dinamakan TRIGATRA.
Aspek sosial
Ideologi;
Politik;
Ekonomo; IPOLEKSOSBUDHANKAM.
Sosial Budaya;
Hankam.
Karena aspek sosial/kemasyarakatan jumlahnya 5, maka dinamakan PANCAGATRA.
Antara Trigatra dan Panca gatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yg erat yg dinamakan KETERHUBUBGAN (KORELASI) dan KETERGANTUNGAN (interdependensi).
Sifat2 ketahanan
1. Mandiri : Percaya akan kemampuan dan kekuatan sendiri.
2. Dinamis : Ketahanan Nasional tidak tetap, dpt meningkat, tergantung sikon bangsa serta lingkungan strategisn
3. Wibawa : Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara berelanjut dan berkesinambungan akan makin tinggi pula nila wibawanya.
4 Konsultasi dan Kerjasama : Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap Konfrontatif dan antagonitis, tidak mengandalkan kekuatan dan kekuasaan semata, akan tetapi lebih utana bersifat Konsultatif, kerjasama, saling menghargai dg mengandalkan kekuatan moral dan pribadi bangsa.
Kesimpulan pengertian
Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala kekuatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa indonesia.
Menurut lemhannas 1969
Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang emngandung kemampuan untuk memperkembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa indonesia
Menutut lemhannas 1972
Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar perjuangan nasional
Perbedaan pengertian
Antara lain sebagai berikut :
1. Perumusan tahun 1972 bersifat universal dalam arti rumusan-rumusan tersebut dapat diterapkan di negara- negara lain, terutama di megara-negara yang sedang berkembang
2. Tdak kalgi diusahakan suatu definisi sebagai gantinya dirumuskan apa yang dimaksudkan dengan istilah ketahanan nasional.
3. Jika dahulu ketahanan nasional di identikan dengan keuletan dan daya tahan, maka ketahanan nasional merupakan suatu kondisi dinamis yan berisikan keuletan dan ketangguhan yang berarti bahwa kondisi itu dapat berubah
4. Secara lengkap di cantumkan tantangan. Ancaman, hambatan, serta gangguan.
5. Kelangsungan hidup lebih diperinci menjadi integritas, identitas dan kelangsungan hidup
Istilah Ketahanan Nasional dikenal belum lama, istilah Ketahanan Nasional mulai dikenal dan dipergunakan pada permulaan tahun enam puluhan. Sejak tahun 1962 terlihat adanya usaha yang secara khusus diselenggarakan untuk memperkembangkan pola gagasan ketahanan nasional. Dalam persiapan Panitia Pendirian Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), sekitar tahun 1962 tersebut, terlihat adanya hasrat yang kuat untuk mengkaji lebih lanjut pola Ketahanan Nasional tersebut.
Pada tahun 1965, Lemhanas selalu berusaha utk mempopulerkan dan menyempurnakan konsep dan substansi Ketahanan Nasional.
pengertian
Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yg mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan baik yg dating dari luar maupun dari dalam yg langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Kondisi atau keadaan selalu berkembang serta bahaya dan tantangan-tantangan selalu berubah, maka Ketahanan Nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina agar memadai dengan perkembangan keadaan. Dengan demikian Ketahanan Nasional sifatnya dinamik bukan statis.
Hakikat pertahanan nasional
Ketahanan nasional adalah Kemampuan dan Ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Secara antropologi budaya maka manusia merupakan. Mahluk Tuhan tersempurna, karena pada manusia selain kehidupan ia mempunyai kemampuan berpikir (Akal) serta ketrampilan dan karenanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya.
Sebagai manusia berbudaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya didalam usaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal ada 8 hubungan tersebut sebagai berikut :
1. Manusia – Tuhan –disebut Agama/Kepercayaan.
2. Manusia – Cita-cita –disebut Ideologi.
3. Manusia – Kekuasaan – disebut Politik.
4. Manusia – Pemenuhan kebutuhan – disebut Ekonomi.
5. Manusia – Penguasaan/pemanfaatan alam –disbut ilmu pengetahuan dan teknologi
6. Manusia – Manusia – disebut Sosial.
7. Manusia – Rasa keindahan – disebut kesenian.
8. Manusia – Rasa aman – disebut Hankam.
Kesimpulan yg dapat diambil dari uraian diatas adalah :
Bahwa manusia bermasyarakat untuk mendapatkan keperluan hidupnya, yaitu kesejahteraan, dan keselamatan serta keamanannya.
Aspek alamiah
1 Posisi dan Lokasi geografi negara;
2 Keadaan dan Kekayaan alam;
3.Keadaan dan Kemampuan penduduk.
Aspek alamiah diatas karena berjumlah 3 maka dinamakan TRIGATRA.
Aspek sosial
Ideologi;
Politik;
Ekonomo; IPOLEKSOSBUDHANKAM.
Sosial Budaya;
Hankam.
Karena aspek sosial/kemasyarakatan jumlahnya 5, maka dinamakan PANCAGATRA.
Antara Trigatra dan Panca gatra serta antar gatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yg erat yg dinamakan KETERHUBUBGAN (KORELASI) dan KETERGANTUNGAN (interdependensi).
Sifat2 ketahanan
1. Mandiri : Percaya akan kemampuan dan kekuatan sendiri.
2. Dinamis : Ketahanan Nasional tidak tetap, dpt meningkat, tergantung sikon bangsa serta lingkungan strategisn
3. Wibawa : Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara berelanjut dan berkesinambungan akan makin tinggi pula nila wibawanya.
4 Konsultasi dan Kerjasama : Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap Konfrontatif dan antagonitis, tidak mengandalkan kekuatan dan kekuasaan semata, akan tetapi lebih utana bersifat Konsultatif, kerjasama, saling menghargai dg mengandalkan kekuatan moral dan pribadi bangsa.
Kesimpulan pengertian
Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan kita dalam menghadapi segala kekuatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa indonesia.
Menurut lemhannas 1969
Ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang emngandung kemampuan untuk memperkembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung atau tidak langsung membahayakan kelangsungan hidup negara dan bangsa indonesia
Menutut lemhannas 1972
Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar perjuangan nasional
Perbedaan pengertian
Antara lain sebagai berikut :
1. Perumusan tahun 1972 bersifat universal dalam arti rumusan-rumusan tersebut dapat diterapkan di negara- negara lain, terutama di megara-negara yang sedang berkembang
2. Tdak kalgi diusahakan suatu definisi sebagai gantinya dirumuskan apa yang dimaksudkan dengan istilah ketahanan nasional.
3. Jika dahulu ketahanan nasional di identikan dengan keuletan dan daya tahan, maka ketahanan nasional merupakan suatu kondisi dinamis yan berisikan keuletan dan ketangguhan yang berarti bahwa kondisi itu dapat berubah
4. Secara lengkap di cantumkan tantangan. Ancaman, hambatan, serta gangguan.
5. Kelangsungan hidup lebih diperinci menjadi integritas, identitas dan kelangsungan hidup
Subscribe to:
Posts (Atom)